LANGIT7.ID, Jakarta - Emmanuel Macron untuk kali kedua dilantik menjadi Presiden
Prancis untuk masa jabatan lima tahun ke depan. Hal tersebut dipastikan usai Macron mengalahkan pesaingnya yang merupakan sayap kanan, Marine Le Pen.
Dalam pemungutan suara
Pilpres pada 24 April lalu, Macron berhasil mengumpulkan sebanyak 58,55 persen suara atas Le Pen. Adapun upacara pelantikan dilakukan di Istana Elysee, Sabtu (7/5/2022).
Baca Juga: AHY: Demokrat Bukan Partai Oposisi Brutal Tanpa Akal SehatDalam pidatonya, Macron mengatakan bahwa pemilihannya kembali menandai kebangkitan demokrasi yang mendasar. "Dari kembalinya perang ke Eropa hingga pandemi dan darurat ekologis, jarang negara kita dihadapkan pada kombinasi tantangan seperti itu. Rakyat Prancis telah memilih proyek yang jelas dan eksplisit untuk masa depan, proyek kemerdekaan Eropa, kemajuan ilmiah, sosial dan ekologis," kata Macron dikutip dari The Guardian.
Macron menilai saat ini adalah yang paling sulit, dimana Prancis harus menunjukkan yang terbaik dari dirinya sendiri. "Mari kita memiliki keberanian untuk melihat kenyataan secara langsung. Mari kita setia pada nilai-nilai kebebasan, kesetaraan, persaudaraan dan sekularisme. Mari kita terus mencintai Republik dan segala isinya. Mari kita cintai tanah air kita," ujarnya.
Baca Juga: Tsamara Amany Mundur dari PSI, Begini Respons Grace NatalieTerkait terpilihnya untuk periode kedua ini, Macron menyatakan hal ini bukanlah mandat berkelanjutan dari periode pertama. Dia berjanji periode kedua ini menjadi metode baru untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif, layanan kesehatan yang dapat diakses dimanapun serta kesetaraan seksual yang lebih besar dan militer yang lebih kuat.
"Saya memiliki satu tujuan dan itu adalah untuk melayani negara kita … Untuk melayani rekan-rekan saya dengan rasa kewajiban … untuk melayani anak-anak dan remaja kita," tuturnya.
Baca Juga:
Mundur dari PSI, Tsamara Amany Ingin Berkarier di Luar Politik
Presiden Joko Widodo Siap Buat Perpres untuk Logistik Pemilu
(asf)