LANGIT7.ID-, Prancis - Berita mengejutkan datang dari sebuah penemuan paleontologi di
Prancis Selatan. Terungkap lokasi bersarang dinosaurus yang luar biasa padat, dan ditemukan ratusan telur
fosil yang berusia 72 juta tahun.
Temuan ini diumumkan di Facebook oleh Musée-Parc des Dinosaures de Mèze di wilayah Hérault, di mana penggalian yang sedang berlangsung di situs fosil Mèze telah mengungkap apa yang disebut oleh direktur-kurator museum, Alain Cabot, sebagai konsentrasi telur yang luar biasa. Melansir Newsweek, Selasa (31/3/2026).
Berdasarkan keterangan dari pihak museum, penemuan ini merupakan hasil dari beberapa bulan pekerjaan penggalian yang teliti, di mana tim menemukan beberapa ratus telur
dinosaurus yang terawetkan dengan sangat baik.
Situs itu sekarang dianggap sebagai salah satu deposit telur dinosaurus paling signifikan di dunia.
Pengamatan awal menunjukkan bahwa telur-telur fosil tersebut berasal dari sekira 72 juta tahun lalu, yang dapat digunakan untuk mengembangkan penelitian tentang perilaku reproduksi dinosaurus, lingkungan tempat mereka hidup, dan spesies yang pernah mendiami wilayah tersebut.
Beberapa telur mempertahankan struktur internal yang utuh, sehingga temuan ini memiliki nilai ilmiah yang cukup besar, kata pihak museum.
Baca juga: Belanda Serahkan Fosil Manusia Purba ke Indonesia, Fadli Zon Sebut Kemenangan SejarahPengumuman museum di Facebook telah mendapatkan lebih dari 1.500 reaksi dan ratusan kali dibagikan. Banyak komentator mengungkapkan kekaguman atas skala dan usia penemuan tersebut, sementara yang lain memuji kerja ilmiah museum dan mengatakan bahwa temuan tersebut layak mendapatkan liputan media yang lebih luas.
Penemuan ini mungkin baru permulaan. Dilaporkan ada 100 telur terlihat dalam beberapa minggu, setelah tim mencapai lapisan horizontal yang kaya fosil, dan mencatat bahwa lapisan yang mengandung telur tersebut meluas melampaui parit saat ini.
Para peneliti percaya bahwa lingkungan purba membantu melestarikan sarang-sarang tersebut. Sebuah gambaran mengenai lokasi penemuan telur disampaikan, yakni wilayah tersebut sebagai dataran banjir yang dialiri sungai, tempat dinosaurus kemungkinan bersarang di lubang dangkal yang tertutup vegetasi; banjir berkala kemudian dengan cepat mengubur sarang-sarang tersebut di bawah sedimen, menyegel cangkang telur yang rapuh selama puluhan juta tahun.
Baca juga: Energi Fosil Semakin Terbatas, Teknologi Biomassa Jadi Alternatif TerbaikMengenai dinosaurus mana yang bertelur, laporan menunjukkan bahwa beberapa spesies mungkin terwakili.
Banyak telur dikaitkan dengan titanosaurus, herbivora besar berleher panjang, sementara telur lainnya mengisyaratkan keberadaan dinosaurus yang berbeda seperti ankylosaurus atau theropoda kecil.
Sumber yang sama mengatakan bahwa banyak telur yang ditemukan di Mèze berbentuk bulat, dan penelitian sebelumnya mengidentifikasi telur kecil memanjang yang diklasifikasikan sebagai "oospesies" berbeda bernama Prismatoolithus caboti, yang digambarkan sebagai salah satu telur dinosaurus karnivora terkecil yang dilaporkan di seluruh dunia. (*/lsi/newsweek)
(lsi)