Sebuah
tas kulit yang diklaim dibuat dari sel
Tyrannosaurus rex (T-Rex) akan dilelang oleh sebuah rumah lelang di
Paris, Prancis. Tas yang disebut sebagai karya unik dan belum pernah ada sebelumnya itu diperkirakan dapat terjual dengan harga lebih dari 500.000 dolar AS atau sekitar Rp8,1 miliar hingga Rp9 miliar.
Dilansir dari
AFP, Ahad (14/6/2026), tas tersebut pertama kali diperkenalkan pada musim semi tahun ini di
Amsterdam, Belanda. Produk itu dibuat menggunakan jejak
kolagen yang diambil dari tulang paha (femur) T-Rex yang ditemukan di negara bagian Montana, Amerika Serikat, sekitar 25 tahun lalu.
Baca juga: Bukan Cuma Logo, Inilah 5 Penanda Tas Mewah Paling Ikonik Sepanjang MasaPakar paleontologi yang terlibat dalam proyek tersebut, Iacopo Briano, menjelaskan bahwa perkembangan
bioteknologi memungkinkan para ilmuwan mengarahkan kultur sel untuk menghasilkan jaringan yang menyerupai kulit T-Rex di laboratorium.
"Dalam beberapa tahun terakhir, kami telah mengembangkan teknik bioteknologi yang memungkinkan kultur sel menghasilkan kulit T-Rex asli di laboratorium," ujarnya.
Menurut pihak rumah lelang, tas tersebut merupakan "objek yang belum pernah ada dalam sejarah barang mewah" sekaligus pencapaian ilmiah yang memungkinkan pembuatan kulit tanpa bergantung pada peternakan hewan.
Briano menambahkan, material yang digunakan berbeda dengan kulit vegan yang umumnya berbahan dasar plastik. Ia menegaskan bahwa bahan tas tersebut berasal dari kultur sel sehingga secara biologis merupakan jaringan kulit.
"Dalam kasus ini, materialnya berasal dari kultur sel hingga 100 persen merupakan kulit. Menariknya, sumber biologisnya berasal dari hewan yang telah punah sekitar 67 juta tahun lalu," katanya.
Karena belum ada produk sejenis yang pernah diperdagangkan, pihak rumah lelang mengaku kesulitan menentukan harga awal tas tersebut.
Baca juga: Deretan Koleksi Tas Mewah Aura Kasih, Harga Paling Murah Tembus Ratusan JutaJuru lelang Alexandre Giquello mengatakan pihaknya harus memperhitungkan besarnya investasi penelitian serta tingkat kelangkaan produk saat menentukan nilai jual.
Menurut Giquello, tas itu diperkirakan bernilai antara 346.000 hingga 576.000 dolar AS atau sekitar Rp5,6 miliar hingga Rp9,3 miliar.
"Itu adalah jumlah yang sangat besar. Namun di sisi lain, benda ini hanya ada satu di dunia. Barang yang langka memang memiliki nilai yang sangat tinggi," tukasnya.
(est)