Nasaruddin Umar Bawa Istiqlal Jadi Masjid yang Melampaui Zaman
Muhajirin
Selasa, 09 Agustus 2022 - 17:38 WIB
Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar (foto: LANGIT7.ID/Muhajirin)
Masjid Istiqlal kini menjadi trendsetter internasional. Berbagai penghargaan telah diraih masjid kebanggaan masyarakat Indonesia ini. Di antaranya jadi Masjid Ramah Lingkungan Pertama di Dunia dan Masjid Terbersih menurut World Bank. Kemajuan tersebut tak terlepas dari peran Prof Dr. KH Nasaruddin Umar selaku Imam Besar Masjid Istiqlal.
Sebelumnya, Masjid Istiqlal tidak terawat dengan baik. Banyak pedagang kaki lima (PKL) keluar masuk masjid tanpa aturan. Parkir kendaraan di dalam masjid juga semrawut. Tak hanya itu, ruang-ruang di dalam Masjid Istiqlal banyak yang tak berfungsi dan jadi gudang.
Sejak ditunjuk sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal pada 2016, Prof Nasar membuat grand design renovasi Istiqlal dari segi fisik maupun non fisik. Baginya membangun Masjid Istiqlal bukan hanya dari segi fisik saja, tapi menjadikannya sebagai pusat pemberdayaan umat. Dia mencontohkan Masjid Nabawi pada era Rasulullah di Madinah.
“Masjid nabi itu luar biasa. Itu yang kami contoh. Masjid nabi itu bukan diberdayakan umat, tapi memberdayakan umat. Ciri-ciri masyarakat modern bukan diberdayakan umat, tapi masjid memberdayakan,” kata Prof Nasar kepada Langit7.id, Senin (8/8/2022).
Baca Juga: Masjid Istiqlal Fasilitasi Pendidikan Mulai dari TK hingga Jenjang S3
Contoh paling sederhana adalah marbot Masjid Istiqlal. Ada sekitar 260 marbot yang tiap hari mengurus masjid. Mereka semua mendapat gaji tiap bulan. Tentu dari setiap orang memiliki keluarga yang ditanggung.
Sebelumnya, Masjid Istiqlal tidak terawat dengan baik. Banyak pedagang kaki lima (PKL) keluar masuk masjid tanpa aturan. Parkir kendaraan di dalam masjid juga semrawut. Tak hanya itu, ruang-ruang di dalam Masjid Istiqlal banyak yang tak berfungsi dan jadi gudang.
Sejak ditunjuk sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal pada 2016, Prof Nasar membuat grand design renovasi Istiqlal dari segi fisik maupun non fisik. Baginya membangun Masjid Istiqlal bukan hanya dari segi fisik saja, tapi menjadikannya sebagai pusat pemberdayaan umat. Dia mencontohkan Masjid Nabawi pada era Rasulullah di Madinah.
“Masjid nabi itu luar biasa. Itu yang kami contoh. Masjid nabi itu bukan diberdayakan umat, tapi memberdayakan umat. Ciri-ciri masyarakat modern bukan diberdayakan umat, tapi masjid memberdayakan,” kata Prof Nasar kepada Langit7.id, Senin (8/8/2022).
Baca Juga: Masjid Istiqlal Fasilitasi Pendidikan Mulai dari TK hingga Jenjang S3
Contoh paling sederhana adalah marbot Masjid Istiqlal. Ada sekitar 260 marbot yang tiap hari mengurus masjid. Mereka semua mendapat gaji tiap bulan. Tentu dari setiap orang memiliki keluarga yang ditanggung.