Bantu Pasien Covid, Gerakan Sedekah Donor Plasma Mulai Bergerak Masif
Andi amriani
Selasa, 10 Agustus 2021 - 19:05 WIB
Ketua Gerakan Sedekah Donor Plasma, Indira Jusuf Ismail (kiri) dan Ketua PMI Sulsel, Adnan Purichta Ikhsan (kanan). (Foto: Langit7/Andi Amriani).
Istri Wali Kota Makassar, Indira Jusuf Ismail, akan turut menyukseskan gerakan sedekah donor plasma untuk membantu penanganan pasien Covid-19. Dia memiliki tim yang akan turun memasifkan aksi tersebut.
"Kita sengaja menemui Ketua PMI Sulsel, untuk berkolaborasi dalam memasifkan gerakan donor plasma, meminta kesediaan penyintas untuk membantu sesama yang terkena Covid-19," kata Indira saat menemui Adnan Purichta Ichsan, Selasa (10/8/2021).
Ketua Persatuan Rumah Sakit Indonesia Sulsel, dr Khalid Saleh yang juga sebagai team gerakan sedekah donor plasma menyampaikan, gerakan ini menjadi upaya membantu pasien Covid-19.
"Ada beberapa syarat untuk menjadi pendonor, sehingga donor plasma ini hanya bisa dilayani di rumah sakit atau PMI," ujar dr Khalid.
Dia menjelaskan, beberapa poin penting yang menjadi pembahasan kali ini yakni perlunya percepatan dalam gerakan donor plasma. Sebab ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, di antaranya penyintas, belum melakukan vaksin, serta belum pernah hamil maupun melahirkan.
Untuk itu, dalam pendataan nantinya akan melibatkan pihak rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 serta PMI. Sebab alat untuk melakukan donor terdapat di markas PMI.
Ketua PMI Sulsel,Adnan Purichta Ichsan, menyampaikan terima kasih atas kepedulian team gerakan donor plasma yang dipimpin oleh Indira Jusuf Ismail. Dia berharap semakin banyak stakholder yang dapat bergabung demi kemanusiaan.
"Kita sengaja menemui Ketua PMI Sulsel, untuk berkolaborasi dalam memasifkan gerakan donor plasma, meminta kesediaan penyintas untuk membantu sesama yang terkena Covid-19," kata Indira saat menemui Adnan Purichta Ichsan, Selasa (10/8/2021).
Ketua Persatuan Rumah Sakit Indonesia Sulsel, dr Khalid Saleh yang juga sebagai team gerakan sedekah donor plasma menyampaikan, gerakan ini menjadi upaya membantu pasien Covid-19.
"Ada beberapa syarat untuk menjadi pendonor, sehingga donor plasma ini hanya bisa dilayani di rumah sakit atau PMI," ujar dr Khalid.
Dia menjelaskan, beberapa poin penting yang menjadi pembahasan kali ini yakni perlunya percepatan dalam gerakan donor plasma. Sebab ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, di antaranya penyintas, belum melakukan vaksin, serta belum pernah hamil maupun melahirkan.
Untuk itu, dalam pendataan nantinya akan melibatkan pihak rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 serta PMI. Sebab alat untuk melakukan donor terdapat di markas PMI.
Ketua PMI Sulsel,Adnan Purichta Ichsan, menyampaikan terima kasih atas kepedulian team gerakan donor plasma yang dipimpin oleh Indira Jusuf Ismail. Dia berharap semakin banyak stakholder yang dapat bergabung demi kemanusiaan.
(bal)