Mohammad Ahsan, Mantap Berhijrah Jadi Makin Islami
Garry Talentedo Kesawa
Selasa, 10 Agustus 2021 - 20:05 WIB
Mohammad Ahsan (kanan) bersama partner-nya Hendra Setiawan. Ahsan selalu tampil beda dengan menggunakan legging untuk menutup auratnya (foto: Instagram/@king.chayra
Meraih prestasi dalam sebuah kejuaraan memang menjadi pencapaian besar bagi seorang atlet. Apalagi, pencapaian tersebut sekaligus bisa mengharumkan nama bangsa dalam tingkat Internasional.
Sebagai seorang atlet muslim, penampilan bukanlah halangan untuk meraih cita-cita dan juga prestasi. Hal tersebut seperti yang dialami pebulutangkis Indonesia, Mohammad Ahsan.
Ahsan memang diketahui sudah memilih hijrah sejak tahun 2017. Saat itu, ia mengikuti Kejuaraan Bulutangkis Dunia BWF di Glasgow, Skotlandia, dengan menggunakan legging dan menutup aurat hingga di bawah lutut.
Selain itu, Ahsan juga menunjukkan perilaku yang tak biasa saat minum dengan posisi setengah duduk. Meski sempat menjadi bahan perbincangan publik, namun Ahsan tidak ragu memantapkan hati untuk berhijrah.
"Saya hanya berusaha menerapkan ajaran agama saya, yakni agama Islam semampu yang saya bisa. Semuanya mengalir begitu saja," kata Ahsan seperti dikutip dari Republika.
"Jika perilaku saya di tengah lapangan kemudian menjadi viral di media sosial, saya tidak memikirkannya. Kalau ada yang menganggap baik dan mencontoh apa yang saya lakukan, Alhamdulillah," terangnya.
Perilaku lain yang ditunjukkan Ahsan adalah tidak menyalami wasit atau hakim garis perempuan karena bukan mahram-nya. Ia kemudian menangkupkan kedua telapak tangan kepada wasit perempuan sebagai pengganti dari salaman.
Sebagai seorang atlet muslim, penampilan bukanlah halangan untuk meraih cita-cita dan juga prestasi. Hal tersebut seperti yang dialami pebulutangkis Indonesia, Mohammad Ahsan.
Ahsan memang diketahui sudah memilih hijrah sejak tahun 2017. Saat itu, ia mengikuti Kejuaraan Bulutangkis Dunia BWF di Glasgow, Skotlandia, dengan menggunakan legging dan menutup aurat hingga di bawah lutut.
Selain itu, Ahsan juga menunjukkan perilaku yang tak biasa saat minum dengan posisi setengah duduk. Meski sempat menjadi bahan perbincangan publik, namun Ahsan tidak ragu memantapkan hati untuk berhijrah.
"Saya hanya berusaha menerapkan ajaran agama saya, yakni agama Islam semampu yang saya bisa. Semuanya mengalir begitu saja," kata Ahsan seperti dikutip dari Republika.
"Jika perilaku saya di tengah lapangan kemudian menjadi viral di media sosial, saya tidak memikirkannya. Kalau ada yang menganggap baik dan mencontoh apa yang saya lakukan, Alhamdulillah," terangnya.
Perilaku lain yang ditunjukkan Ahsan adalah tidak menyalami wasit atau hakim garis perempuan karena bukan mahram-nya. Ia kemudian menangkupkan kedua telapak tangan kepada wasit perempuan sebagai pengganti dari salaman.