Hidup dari Louhan, Muslim Asal Bogor Sekolahkan Anak hingga S2
Mahmuda attar hussein
Rabu, 11 Agustus 2021 - 08:21 WIB
Ikan Louhan Foto: Langit7.id/Istock
Keindahan Ikan hias memiliki daya tarik tersendiri, terutama bagi kalangan pehobinya. Salah satu jenis ikan hias yang cukup diminati adalah Louhan, apalagi beberapa orang meyakini ikan hias yang satu ini dapat membawa keberuntungan bagi pemeliharanya.
Selain kepala jenongnya yang menjadi ciri khas daya tarik, ikan ini juga memiliki beragam jenis yang cukup memanjakan mata. Beberapa di antaranya memiliki corak mutiara, dominasi warna kontras mencolok, dan corak badan seperti tulisan beraksara Cina.
Tidak seperti ikan cupang yang eksistensinya mulai meredup, peluang ikan Louhan di pasaran cukup menjanjikan sejak mulai booming pada tahun 2000-an. Hal inilah yang membuat muslim asal Ciseeng, Bogor tetap bertahan dengan budidaya Louhan sejak 2015.
Syamsudin atau akrab disapa Udin Bule ini mengaku memulai budidaya ikan sejak 2000. Saat itu budidaya ikan yang dilakukannya beragam, mulai dari cupang, manfish dan koki.
Melihat ada peluang yang lebih baik, Udin mulai beralih kepada budidaya Louhan sejak 2015 hingga sekarang. Bahkan satu tahun belakangan ketika dilanda pandemi, ia mengatakan usahanya tidak berpengaruh, justru permintaan di pasaran untuk Louhan melonjak drastis.
“Awal pandemi lumayan ada peningkatan drastis di setahun pertama. Kalau di sini dari umur dua bulan atau ukuran dua sampai tiga jari kita keluarkan. Saya utamakan kepada pelanggan yang beli partai, tapi ada yang beli per ekor dengan harga yang biasanya lebih mahal,” katanya di kanal Youtube, Kisah Tanpa Batas.
Udin menuturkan mulai menyapih anakan Louhan ketika berusia dua bulan dan dipasarkan dengan harga sekitar Rp70ribu. Sementara ketika ikan sudah masuk display akuarium toko, dengan ukuran yang sama ia bisa memasarkan harganya hingga mencapai Rp250 ribu.
Selain kepala jenongnya yang menjadi ciri khas daya tarik, ikan ini juga memiliki beragam jenis yang cukup memanjakan mata. Beberapa di antaranya memiliki corak mutiara, dominasi warna kontras mencolok, dan corak badan seperti tulisan beraksara Cina.
Tidak seperti ikan cupang yang eksistensinya mulai meredup, peluang ikan Louhan di pasaran cukup menjanjikan sejak mulai booming pada tahun 2000-an. Hal inilah yang membuat muslim asal Ciseeng, Bogor tetap bertahan dengan budidaya Louhan sejak 2015.
Syamsudin atau akrab disapa Udin Bule ini mengaku memulai budidaya ikan sejak 2000. Saat itu budidaya ikan yang dilakukannya beragam, mulai dari cupang, manfish dan koki.
Melihat ada peluang yang lebih baik, Udin mulai beralih kepada budidaya Louhan sejak 2015 hingga sekarang. Bahkan satu tahun belakangan ketika dilanda pandemi, ia mengatakan usahanya tidak berpengaruh, justru permintaan di pasaran untuk Louhan melonjak drastis.
“Awal pandemi lumayan ada peningkatan drastis di setahun pertama. Kalau di sini dari umur dua bulan atau ukuran dua sampai tiga jari kita keluarkan. Saya utamakan kepada pelanggan yang beli partai, tapi ada yang beli per ekor dengan harga yang biasanya lebih mahal,” katanya di kanal Youtube, Kisah Tanpa Batas.
Udin menuturkan mulai menyapih anakan Louhan ketika berusia dua bulan dan dipasarkan dengan harga sekitar Rp70ribu. Sementara ketika ikan sudah masuk display akuarium toko, dengan ukuran yang sama ia bisa memasarkan harganya hingga mencapai Rp250 ribu.