Cuaca Ekstrem Bisa Sebabkan Intoleransi Panas, Ini Bahayanya
Mahmuda attar hussein
Kamis, 18 Agustus 2022 - 14:55 WIB
Ilustrasi cuaca ekstrem. (Foto: Istimewa).
Masyarakat perlu berhati-hati dengan cuaca ekstrem di Jakarta dan sekitarnya. Kondisi tersebut bisa menimbulkan masalah kesehatan, seperti intoleransi panas.
Intoleransi panas adalah kondisi di mana tubuh tidak dapat mengatur suhu internalnya dengan baik. Kondisi ini membuat seseorang lebih rentan terhadap udara panas yang berlebih.
"Intoleransi panas adalah gangguan termoregulasi. Kondisi serius ini mampu menyebabkan sel mati, darah menjadi hiperkoagulasi, dan kebocoran pada usus," kata Deborah Lee, dari Dr Fox Online Pharmacy, seperti dilansir livescience, Senin (15/8/2022).
Baca Juga: WMO Sebut Gelombang Panas Diprediksi Sering Terjadi hingga 2060
Menurutnya, risiko paling berbahaya dari intoleransi panas ini bisa mengancam jiwa. Sehingga, masyarakat yang sedang berada di daerah dengan cuaca dan musim panas mesti harus lebih berhati-hati.
"Demam berbeda dengan intoleransi panas. Sebab ketika demam, tubuh masih mampu mengendalikan termoregulasi. Sementara intoleransi panas, tubuh kehilangan kontrol terhadap termoregulasi," ujar dia.
Orang yang mengalami intoleransi panas bisa dicirikan secara fisik. Di antaranya seperti peningkatan jumlah keringat atau gejala psikologis seperti perasaan cemas, bahkan hingga dehidrasi ekstrem.
Intoleransi panas adalah kondisi di mana tubuh tidak dapat mengatur suhu internalnya dengan baik. Kondisi ini membuat seseorang lebih rentan terhadap udara panas yang berlebih.
"Intoleransi panas adalah gangguan termoregulasi. Kondisi serius ini mampu menyebabkan sel mati, darah menjadi hiperkoagulasi, dan kebocoran pada usus," kata Deborah Lee, dari Dr Fox Online Pharmacy, seperti dilansir livescience, Senin (15/8/2022).
Baca Juga: WMO Sebut Gelombang Panas Diprediksi Sering Terjadi hingga 2060
Menurutnya, risiko paling berbahaya dari intoleransi panas ini bisa mengancam jiwa. Sehingga, masyarakat yang sedang berada di daerah dengan cuaca dan musim panas mesti harus lebih berhati-hati.
"Demam berbeda dengan intoleransi panas. Sebab ketika demam, tubuh masih mampu mengendalikan termoregulasi. Sementara intoleransi panas, tubuh kehilangan kontrol terhadap termoregulasi," ujar dia.
Orang yang mengalami intoleransi panas bisa dicirikan secara fisik. Di antaranya seperti peningkatan jumlah keringat atau gejala psikologis seperti perasaan cemas, bahkan hingga dehidrasi ekstrem.