Ketua STIBA: Narasi Kebangsaan dan Keberagamaan Tidak Dapat Dipisahkan
Andi Muhammad
Jum'at, 19 Agustus 2022 - 15:15 WIB
Dialog kebangsaan di STIBA Makassar. Foto: Istimewa.
Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar dan Wahdah Islamiyah menggelar acara Dialog Kebangsaan di Gedung Aisyah Kampus STIBA Makassar, Jumat (19/8/2022). Kegiatan ini bertajuk 'Dengan Takwa dan Komitmen pada Konstitusi Kita Wujudkan NKRI Jaya dan harmoni.'
Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar, Ustaz Ahmad Hanafi Dain Yunta menyampaikan, keberagamaan di Indonesia itu merupakan unsur yang tidak dapat dipisahkan.
"Narasi kebangsaan dan keberagamaan khusunya Islam sejatinya adalah sebuah kebersamaan yang tidak bisa dipisahkan," katanya dalam acara Dialog Kebangsaan secara virtual.
Ia menilai bahwa lahirnya bangsa Indonesia ini mengajarkan pada dunia betapa nilai ketuhanan dan keimana itu bertahta pada silakan pertama pancasila yang merupakan kesepakatan anak bangsa untuk membentuk dan membangun bangsa dan negara.
Baca Juga:UBN Sampaikan 7 Resolusi Peradaban Al-Quran di Milad ke 14 AQL
"Sila pertama, yaitu ketuhanan yang maha Esa menjiwai sila-sila berikutnya yang dengannya bangsa Indonesia ini menjadi teladan bagi dunia bagaimana meramu kebersamaan yang indah," jelasnya.
Ustaz Ahmad Hanafi menyayangkan adanya arus untuk mendegradasi nilai kebangsaan dalam semangat dan keberagaman. Hal ini berpotensi mereduksi nilai keberagaman dalam semangat kebangsaan yang merupakan sebuah pondasi kehidupan bangsa.
Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar, Ustaz Ahmad Hanafi Dain Yunta menyampaikan, keberagamaan di Indonesia itu merupakan unsur yang tidak dapat dipisahkan.
"Narasi kebangsaan dan keberagamaan khusunya Islam sejatinya adalah sebuah kebersamaan yang tidak bisa dipisahkan," katanya dalam acara Dialog Kebangsaan secara virtual.
Ia menilai bahwa lahirnya bangsa Indonesia ini mengajarkan pada dunia betapa nilai ketuhanan dan keimana itu bertahta pada silakan pertama pancasila yang merupakan kesepakatan anak bangsa untuk membentuk dan membangun bangsa dan negara.
Baca Juga:UBN Sampaikan 7 Resolusi Peradaban Al-Quran di Milad ke 14 AQL
"Sila pertama, yaitu ketuhanan yang maha Esa menjiwai sila-sila berikutnya yang dengannya bangsa Indonesia ini menjadi teladan bagi dunia bagaimana meramu kebersamaan yang indah," jelasnya.
Ustaz Ahmad Hanafi menyayangkan adanya arus untuk mendegradasi nilai kebangsaan dalam semangat dan keberagaman. Hal ini berpotensi mereduksi nilai keberagaman dalam semangat kebangsaan yang merupakan sebuah pondasi kehidupan bangsa.