Anak Tantrum, Fery Baswedan: Orang Tua Harus Pahami Emosi Buah Hati
Fifiyanti Abdurahman
Rabu, 24 Agustus 2022 - 18:38 WIB
Seorang ayah menghibur putrinya yang sedang menangis. Foto: Langit7/iStock.
Tantrum adalah ledakan emosi yang biasanya ditandai dengan sikap anak keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, membangkang, atau marah. Biasanya, tantrum terjadi karena adanya ketidaknyamanan pada anak dan saat mereka kesulitan mengekspresikan emosi.
Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta, Fery Farhati Baswedan mengatakan untuk mengatasi tantrum, orang tua perlu mengenali dan memahami emosi anak.
Baca juga: Fery Farhati: Selain Cinta, Tambah Nilai Religius untuk Bekal Anak
Menurut dia, ketika orang tua sudah memahami emosi anak, maka bisa sedikit meminimalisir terjadinya tantrum. Dan kalaupun terlanjur terjadi, Anda tahu bagaimana harus bereaksi.
"Banyak orang tua cenderung menghadapi anak-anak yang emosinya meledak-ledak atau kehilangan kontrol saat di depan umum dengan jalan pintas, seperti menakut-nakuti atau mengancam anak, agar meredahkan emosi mereka dan orang tua tidak malu. Itu merupakan reaksi yang tidak benar," kata Fery dalam webinar "Cegah dan Atasi Tantrum pada Anak, Tingkatkan Performa si Kecil di Sekolah!" Rabu (24/8/2022).
Dia melanjutkan, orang tua perlu visioner dalam setiap langkahnya dan memiliki nilai cinta yang besar bagi anak, agar anak nyaman bersamanya.
"Harus punya semangat belajar dalam menjalankan peran sebagai orang tua, supaya anak nyaman dan ketentraman. Selain itu, kita juga harus memikirkan apa yang harus dilakukan sehingga ke depan anak tidak melakukan tantrum kembali," ucapnya.
Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta, Fery Farhati Baswedan mengatakan untuk mengatasi tantrum, orang tua perlu mengenali dan memahami emosi anak.
Baca juga: Fery Farhati: Selain Cinta, Tambah Nilai Religius untuk Bekal Anak
Menurut dia, ketika orang tua sudah memahami emosi anak, maka bisa sedikit meminimalisir terjadinya tantrum. Dan kalaupun terlanjur terjadi, Anda tahu bagaimana harus bereaksi.
"Banyak orang tua cenderung menghadapi anak-anak yang emosinya meledak-ledak atau kehilangan kontrol saat di depan umum dengan jalan pintas, seperti menakut-nakuti atau mengancam anak, agar meredahkan emosi mereka dan orang tua tidak malu. Itu merupakan reaksi yang tidak benar," kata Fery dalam webinar "Cegah dan Atasi Tantrum pada Anak, Tingkatkan Performa si Kecil di Sekolah!" Rabu (24/8/2022).
Dia melanjutkan, orang tua perlu visioner dalam setiap langkahnya dan memiliki nilai cinta yang besar bagi anak, agar anak nyaman bersamanya.
"Harus punya semangat belajar dalam menjalankan peran sebagai orang tua, supaya anak nyaman dan ketentraman. Selain itu, kita juga harus memikirkan apa yang harus dilakukan sehingga ke depan anak tidak melakukan tantrum kembali," ucapnya.