Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Anak Tantrum, Fery Baswedan: Orang Tua Harus Pahami Emosi Buah Hati

Fifiyanti Abdurahman Rabu, 24 Agustus 2022 - 18:38 WIB
Anak Tantrum, Fery Baswedan: Orang Tua Harus Pahami Emosi Buah Hati
Seorang ayah menghibur putrinya yang sedang menangis. Foto: Langit7/iStock.
LANGIT7.ID - , Jakarta - Tantrum adalah ledakan emosi yang biasanya ditandai dengan sikap anak keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, membangkang, atau marah. Biasanya, tantrum terjadi karena adanya ketidaknyamanan pada anak dan saat mereka kesulitan mengekspresikan emosi.

Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta, Fery Farhati Baswedan mengatakan untuk mengatasi tantrum, orang tua perlu mengenali dan memahami emosi anak.

Baca juga: Fery Farhati: Selain Cinta, Tambah Nilai Religius untuk Bekal Anak

Menurut dia, ketika orang tua sudah memahami emosi anak, maka bisa sedikit meminimalisir terjadinya tantrum. Dan kalaupun terlanjur terjadi, Anda tahu bagaimana harus bereaksi.

"Banyak orang tua cenderung menghadapi anak-anak yang emosinya meledak-ledak atau kehilangan kontrol saat di depan umum dengan jalan pintas, seperti menakut-nakuti atau mengancam anak, agar meredahkan emosi mereka dan orang tua tidak malu. Itu merupakan reaksi yang tidak benar," kata Fery dalam webinar "Cegah dan Atasi Tantrum pada Anak, Tingkatkan Performa si Kecil di Sekolah!" Rabu (24/8/2022).

Dia melanjutkan, orang tua perlu visioner dalam setiap langkahnya dan memiliki nilai cinta yang besar bagi anak, agar anak nyaman bersamanya.

"Harus punya semangat belajar dalam menjalankan peran sebagai orang tua, supaya anak nyaman dan ketentraman. Selain itu, kita juga harus memikirkan apa yang harus dilakukan sehingga ke depan anak tidak melakukan tantrum kembali," ucapnya.

Baca juga: Penentu Masa Depan Anak, Ajarkan Konsep Kemandirian Sejak Dini

Lebih lanjut, istri Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ini mengatakan nilai tambahnya adalah anak dapat belajar dari orang tua bagaimana seharusnya menjalani hidup.

"Jadi anak belajar bahwa emosi itu sudah diterima dan kita juga punya jalan keluar untuk mengatasinya. Hal-hal sederhana yang kita rasakan di rumah bisa diekspresikan, kemudian apa solusi untuk mengatasi perasaan tersebut," katanya.

"Anak akan belajar dari melihat bagaimana orang tua bereaksi terhadap emosi yang dirasakan dan bagaimana kemudian langkah yang harus dikerjakan dalam mengantisipasinya," pungkas Fery.

Baca juga: Ciri-Ciri Overparenting, Jangan Batasi Potensi Anak

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)