LANGIT7.ID - , Jakarta - Setiap orang tua memiliki keinginan agar sang buah hati dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, sehingga kelak bisa menjalani hidup di mana pun berada.
Ketua Asosiasi
Disleksia Indonesia Cabang Aceh dr Munadia mengatakan untuk mencapai harapan itu hendaknya orang tua melatih
kemandirian anak sejak dini.
Baca juga: Rawan Perundungan, Kak Seto Desak Polri Lindungi Anak-Anak Ferdy SamboDia melanjutkan, sehingga saat usia 3 sampai 4 tahun anak-anak sudah mampu menguasai kemandirian dasar.
Kemandirian dasar yang perlu dikuasai
anak-anak di sini antara lain memakai baju sendiri, makan menggunakan tangan sendiri, membawa piring usai makan, menyiapkan handuk saat ingin mandi dan lainnya.
"Kemandirian itu ilmunya banyak sekali, bahkan menjadi basic dari kemampuan berbahasa bagi anak. Pada akhirnya (kemandirian) bisa memenuhi keinginan kita agar mereka bisa kerja, terlebih ketika kita tidak ada bersama mereka," kata dr Munadia dalam dialog interaktif bertajuk "Kapankah Waktu yang Tepat Masuk Sekolah, bagi Anak yang Mengalami Gangguan Bahasa," Rabu (24/8/2022).
Lalu, bagaimana cara melatih kemandirian pada anak?
Munadia memisalkan dengan menitip anak-anak ke tempat teman. Di sini diharapkan anak-anak dapat mengurus diri sendiri tanpa dibantu oleh orang lain.
Baca juga: Cara Ajak Anak-Anak SCBD Lebih Mengenal Agama, Bukan DisindirMunadia menekankan tugas sebenarnya bagi orang tua adalah membuat anak terlepas dari ketergantungan terhadap orang. Di mana hal tersebut sangat penting untuk kehidupan mereka kelak.
"Tugas kita sebagai orang tua minimal bisa membuat anak ini terlepas dari ketergantungannya terhadap orang lain. Kalau seorang anak memiliki kemampuan dalam mengelola dirinya dengan baik maka kualitas hidupnya akan baik," katanya.
"Jadi kemandirian itu adalah aktivitas yang kompleks dan penting untuk dilatih demi perkembangan kemampuan otak anak untuk mengelola diri menjadi individu yang tangguh," pungkasnya.
Baca juga: Dorong Kemandirian Wirausaha, Baznas Gelar Pelatihan Santripreneur(est)