Tausiah Ahad Pagi: Bersabarlah Bersama Orang-orang Beriman
Andi Muhammad
Ahad, 28 Agustus 2022 - 06:00 WIB
Tausiah Ahad Pagi: Bersabarlah Bersama Orang-orang Beriman. Foto: Langit7.id/iStock.
Tidak banyak waktu kita dalam keseharian untuk berkumpul dengan orang-orang beriman dan melakukan amal shalih bersama-sama. Apalagi dalam waktu yang khusus dialokasikan untuk saling mengingatkan dalam kebenaran dan mendorong dalam melakukan kebaikan.
Oleh: KH Bachtiar Nasir
Waktu kita sehari-hari tentunya lebih banyak habis dengan berbagai kesibukan yang memakan sebagian besar waktu dan tenaga yang kita miliki. Oleh karena itu, waktu bersama ini sungguh jauh berharga; terutama bila ada satu saja ayat Allah yang terserap dalam jiwa dan menjadi cahaya yang menuntun gerak langkah hidup kita meski hanya untuk hari ini saja, tentu itu akan lebih baik dari dunia dan seisinya.
Allah Ta’ala berfirman dalam surat QS Al-Kahfi ayat 28:
وَاصۡبِرۡ نَـفۡسَكَ مَعَ الَّذِيۡنَ يَدۡعُوۡنَ رَبَّهُمۡ بِالۡغَدٰوةِ وَالۡعَشِىِّ يُرِيۡدُوۡنَ وَجۡهَهٗ وَلَا تَعۡدُ عَيۡنٰكَ عَنۡهُمۡ ۚ تُرِيۡدُ زِيۡنَةَ الۡحَيٰوةِ الدُّنۡيَا ۚ وَ لَا تُطِعۡ مَنۡ اَغۡفَلۡنَا قَلۡبَهٗ عَنۡ ذِكۡرِنَا وَاتَّبَعَ هَوٰٮهُ وَكَانَ اَمۡرُهٗ فُرُطًا
"Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas."
Kala itu, ayat ini turun disebabkan kesenangan Rasulullah bergaul dengan orang-orang beriman yang ketika itu mayoritas berasal dari mereka yang berstatus sosial menengah ke bawah. Kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang dipandang rendah oleh kaumnya atau budak-budak. Sementara Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri adalah orang dengan kelas sosial yang tinggi karena beliau adalah bangsawan dan keturunan pemuka agama yang mengurus Ka’bah.
Oleh: KH Bachtiar Nasir
Waktu kita sehari-hari tentunya lebih banyak habis dengan berbagai kesibukan yang memakan sebagian besar waktu dan tenaga yang kita miliki. Oleh karena itu, waktu bersama ini sungguh jauh berharga; terutama bila ada satu saja ayat Allah yang terserap dalam jiwa dan menjadi cahaya yang menuntun gerak langkah hidup kita meski hanya untuk hari ini saja, tentu itu akan lebih baik dari dunia dan seisinya.
Allah Ta’ala berfirman dalam surat QS Al-Kahfi ayat 28:
وَاصۡبِرۡ نَـفۡسَكَ مَعَ الَّذِيۡنَ يَدۡعُوۡنَ رَبَّهُمۡ بِالۡغَدٰوةِ وَالۡعَشِىِّ يُرِيۡدُوۡنَ وَجۡهَهٗ وَلَا تَعۡدُ عَيۡنٰكَ عَنۡهُمۡ ۚ تُرِيۡدُ زِيۡنَةَ الۡحَيٰوةِ الدُّنۡيَا ۚ وَ لَا تُطِعۡ مَنۡ اَغۡفَلۡنَا قَلۡبَهٗ عَنۡ ذِكۡرِنَا وَاتَّبَعَ هَوٰٮهُ وَكَانَ اَمۡرُهٗ فُرُطًا
"Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas."
Kala itu, ayat ini turun disebabkan kesenangan Rasulullah bergaul dengan orang-orang beriman yang ketika itu mayoritas berasal dari mereka yang berstatus sosial menengah ke bawah. Kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang dipandang rendah oleh kaumnya atau budak-budak. Sementara Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri adalah orang dengan kelas sosial yang tinggi karena beliau adalah bangsawan dan keturunan pemuka agama yang mengurus Ka’bah.