Dengan Syarat Ini, PKS Dapat Raih Suara 16 Persen di Pemilu 2029
Robert Alusre
Selasa, 30 Agustus 2022 - 14:52 WIB
Salah satu kegiatan kader PKS yakni membagikan paket sembako kepada mustadh afin. Foto: Dok. Kader PKS
PKS berbeda dengan partai politik lainnya, di samping pengkaderannya yang kuat, pemilihnya juga loyalis, sehingga tidak akan kehilangan suara tetapnya itu, yaitu 8 persen. Angka 8 persen yang dimiliki sekarang merupakan modal yang cukup untuk mendapatkan tambahan pada pemilu 2029, tetapi tidak untuk 2024.
Oleh: Robert Alusre
”Sekarang sedang diupayakan oleh PKS, kalau misalnya PKS berkutak di segmen pemilih tradisional lama (Pilpres 2024) mereka tentu sulit untuk mencapai target 15 persen yang ditargetkan partai. Kalau melihat data data survei perhari ini, PKS masih berkutak pada segmen politik lama, yaitu kelompok muslim yang relatif religious dan tinggal di kota serta umumnya kuat di Jawa Barat. DKI Jakarta dan Sumatera tetapi lemah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di situlah profil PKS pada hari ini,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam sebuah wawancara televisi beberapa waktu lalu.
Baca Juga:Silaturahmi ke Salim Al Jufri, UAS: Bukti Cinta kepada Habaib
“Menurut saya yang namanya target sah-sah saja kalau dipatok terlalu tinggi (15 persen) meskipun secara realitas politik itu memang sulit target itu terpenuhi,” ucap Burhanuddin melanjutkan. Dari pernyataan Burhanuddin tersebut bisa diartikan bahwa nanti terjadi penambahan yang tidak signifikan pada Pemilu 2024 atau bisa jadi terjadi stagnasi perolehan suara PKS. Tetap seperti yang sekarang ini, yakni 8 persen kursi di parlemen.
Padahal mesin politik PKS berjalan dari segala sisi karena sebagai partai kader yang terbina baik harusnya memperolah kans yang banyak. Lantas kekurangannya apa? Kalau ditanya tentang kekurangan, maka jawabannya nyaris sempurna, yakni minim kekurangan. Ini tidak dalam rangka mau membanggakan diri bagi PKS, akan tetapi realitas di lapangan memang begitu.
Oleh: Robert Alusre
”Sekarang sedang diupayakan oleh PKS, kalau misalnya PKS berkutak di segmen pemilih tradisional lama (Pilpres 2024) mereka tentu sulit untuk mencapai target 15 persen yang ditargetkan partai. Kalau melihat data data survei perhari ini, PKS masih berkutak pada segmen politik lama, yaitu kelompok muslim yang relatif religious dan tinggal di kota serta umumnya kuat di Jawa Barat. DKI Jakarta dan Sumatera tetapi lemah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di situlah profil PKS pada hari ini,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam sebuah wawancara televisi beberapa waktu lalu.
Baca Juga:Silaturahmi ke Salim Al Jufri, UAS: Bukti Cinta kepada Habaib
“Menurut saya yang namanya target sah-sah saja kalau dipatok terlalu tinggi (15 persen) meskipun secara realitas politik itu memang sulit target itu terpenuhi,” ucap Burhanuddin melanjutkan. Dari pernyataan Burhanuddin tersebut bisa diartikan bahwa nanti terjadi penambahan yang tidak signifikan pada Pemilu 2024 atau bisa jadi terjadi stagnasi perolehan suara PKS. Tetap seperti yang sekarang ini, yakni 8 persen kursi di parlemen.
Padahal mesin politik PKS berjalan dari segala sisi karena sebagai partai kader yang terbina baik harusnya memperolah kans yang banyak. Lantas kekurangannya apa? Kalau ditanya tentang kekurangan, maka jawabannya nyaris sempurna, yakni minim kekurangan. Ini tidak dalam rangka mau membanggakan diri bagi PKS, akan tetapi realitas di lapangan memang begitu.