home edukasi & pesantren

Ternyata Saling Memaafkan Sangat Bermanfaat bagi Kesehatan

Kamis, 12 Agustus 2021 - 14:00 WIB
ilustrasi saling memaafkan (foto: langit7.id/istock)
Memaafkan, meminta maaf, dan saling memaafkan adalah perintah yang sangat agung dalam Al-Qur’an. Memaafkan tidak hanya menjadikan seseorang mulia di sisi Allah Ta’ala, namun berdampak bagi kesehatan orang yang berani memaafkan.

Dokter Pakar Neuroparenting dr. Aisah Dahlan, CHt, mengatakan, ketika seseorang merasa dizalimi, maka jantungnya akan berdetak tak beraturan. Ini karena hormon stress hingga hormon kekesalan akan muncul. Memaafkan akan meredam hormon-hormon tersebut.

Ada tiga bagian dalam otak teraktivasi saat seseorang memaafkan orang lain. Bagian otak itu yakni bagian dorsolateral prefrontal cortex, inferior parietal bagian kanan, dan precuneus. Bagian otak precuneus mengatur memori dan integrasi informasi bagian luar. Bagian otak inferior parietal terlibat dalam proses visual, auditori, dan sensasi tubuh. Bagian otak dorsolateral prefrontal cortex memampukan seseorang untuk fokus dan mengingat hal-hal tertentu.

“Nah, tiga bagian otak itu akan teraktivasi saat kita memaafkan. Fungsi fungsi otak itu membantu seseorang dalam mengatur emosi dan menyelesaikan amarah dan dendam yang dirasakan mengenai suatu kejadian negatif yang dialami, seperti saat ada yang menyakiti kita. Saat memaafkan terjadi pemulihan yang sangat luar biasa terutama di daerah prefrontal cortex. Kalau kita bisa melihat apa yang terjadi dalam otak, kita akan takjub banget,” kata dr Aisah melalui akun youtube Rumil Al-Hilyah, dikutip Kamis (12/8/2021).

Dokter Aisah mengutip Mayo Clinic dan Telegraph terkait beberapa manfaat memaafkan bagi kesehatan fisik dan mental seseorang. Manfaat-manfaat itu antara lain:



1. Jauh dari Stres dan Depresi
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
psikologi kesehatan jiwa dr aisah dahlan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya