Gadis Mati Otak Selamatkan 5 Nyawa Pasien di Arab Saudi
Fifiyanti Abdurahman
Rabu, 31 Agustus 2022 - 15:01 WIB
Ilustrasi ruang operasi. Foto: Langit7/iStock.
Seorang perempuan yang dinyatakan mati otak berhasil menyelamatkan nyawa lima pasien di Arab Saudi. Gadis tersebut mendonorkan organ tubuhnya, setelah sang ayah menyetujui, pada lima pasien penderita penyakit defisiensi organik di Rumah Sakit Spesialis King Faisal di Riyadh.
Kelima pasien tersebut mendapatkan donor empat organ vital yaitu jantung, ginjal, paru-paru, dan hati.
Baca juga: Manfaat Donor Darah Sehatkan Jasmani dan Rohani
Mengutip dari Saudi Gazette, Rabu (31/8/20220, Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengumumkan pada Senin (29/8/2022) lalu tim medis berhasil melalukan transfer organ pasien mati otak di Rumah Sakit Umum Al-Qunfudhah ke pasien lain di Rumah Sakit Spesialis King Faisal di Riyadh.
KemenkesSaudi mencatat, operasi pemindahan organ di Kegubernuran Al-Qunfudhah ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan Kemenkes, seperti melakukan koordinasi dengan keluarga pendonor mati otak, dan menyiapkan ruang operasi sebelum pelaksanaan transfer organ.
Selama operasi, kementerian menyatakan bahwa mereka menerima bantuan dari tim medis khusus melalui evakuasi udara, dan menyiapkan tim ambulans lapangan untuk menindaklanjuti prosedur transportasi untuk menyelesaikan operasi transfer organ.
Baca juga: Mendesak, Chef Haryo Butuh Donor Darah O untuk Operasi Aorta Jantung
Kelima pasien tersebut mendapatkan donor empat organ vital yaitu jantung, ginjal, paru-paru, dan hati.
Baca juga: Manfaat Donor Darah Sehatkan Jasmani dan Rohani
Mengutip dari Saudi Gazette, Rabu (31/8/20220, Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengumumkan pada Senin (29/8/2022) lalu tim medis berhasil melalukan transfer organ pasien mati otak di Rumah Sakit Umum Al-Qunfudhah ke pasien lain di Rumah Sakit Spesialis King Faisal di Riyadh.
KemenkesSaudi mencatat, operasi pemindahan organ di Kegubernuran Al-Qunfudhah ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan Kemenkes, seperti melakukan koordinasi dengan keluarga pendonor mati otak, dan menyiapkan ruang operasi sebelum pelaksanaan transfer organ.
Selama operasi, kementerian menyatakan bahwa mereka menerima bantuan dari tim medis khusus melalui evakuasi udara, dan menyiapkan tim ambulans lapangan untuk menindaklanjuti prosedur transportasi untuk menyelesaikan operasi transfer organ.
Baca juga: Mendesak, Chef Haryo Butuh Donor Darah O untuk Operasi Aorta Jantung