Festival Indonesia Bertutur 2022, Tawarkan Keterbukaan Cara Berpikir dan Bertindak
Hasanah syakim
Rabu, 31 Agustus 2022 - 21:55 WIB
Festival Indonesia Bertutur 2022 rencana akan digelar di Kawasan Candi Borobudur (foto: Langit7/Hasanah Syakim)
Festival Indonesia Bertutur 2022 yang digelar di Kawasan Candi Boroburur akan sekitar 20 cagar budaya sebagai materi yang dipilih para pelaku budaya dalam karya mereka.
Direktur Artistuik Indonesia Bertutur 2022, Melati Suryodarmo menyampaikan Indonesia Bertutur menawarkan keterbukaan cara berpikir dan bertindak, serta mengutamakan pencapaian tujuan penciptaan karya seni untuk kemaslahatan kehidupan masyarakat.
"Dengan waktu tersisa kurang dari satu pekan, persiapan Indonesia Bertutur 2022 sudah memasuki tahap akhir," kata Melati Rabu (31/8/2022).
Baca juga:Air Terjun Sumbersari, Kawasan Wisata Berbasis Konservasi Alam
Cagar budaya tersebut adalah Sangiran, Liang Bua, LeangLeang, Gugus Misool (Raja Ampat), Sangkulirang, Lore Lindu, Kutai, Tarumanegara, Kompleks Candi Dieng, Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Pawon, Candi Prambanan, Candi Gunung Kawi, Muara Takus, Muaro Jambi, Candi Jago, Candi Singosari, Trowulan, dan Candi Bahal.
Menurutnya, masyarakat tidak pernah bisa balik ke masa lampau sehingga bagaimana masyarakat dapat memahami narasi sejarah yang dituliskan oleh para sejarawan.
Direktur Perfilman, Musik, dan Media (PMM), Ahmad Mahendra menjanjikan festival ini akan memberikan pengalaman yang berbeda bagi para penampil serta pengunjung.
Direktur Artistuik Indonesia Bertutur 2022, Melati Suryodarmo menyampaikan Indonesia Bertutur menawarkan keterbukaan cara berpikir dan bertindak, serta mengutamakan pencapaian tujuan penciptaan karya seni untuk kemaslahatan kehidupan masyarakat.
"Dengan waktu tersisa kurang dari satu pekan, persiapan Indonesia Bertutur 2022 sudah memasuki tahap akhir," kata Melati Rabu (31/8/2022).
Baca juga:Air Terjun Sumbersari, Kawasan Wisata Berbasis Konservasi Alam
Cagar budaya tersebut adalah Sangiran, Liang Bua, LeangLeang, Gugus Misool (Raja Ampat), Sangkulirang, Lore Lindu, Kutai, Tarumanegara, Kompleks Candi Dieng, Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Pawon, Candi Prambanan, Candi Gunung Kawi, Muara Takus, Muaro Jambi, Candi Jago, Candi Singosari, Trowulan, dan Candi Bahal.
Menurutnya, masyarakat tidak pernah bisa balik ke masa lampau sehingga bagaimana masyarakat dapat memahami narasi sejarah yang dituliskan oleh para sejarawan.
Direktur Perfilman, Musik, dan Media (PMM), Ahmad Mahendra menjanjikan festival ini akan memberikan pengalaman yang berbeda bagi para penampil serta pengunjung.