Apa Saja Dampak Kenaikan Harga BBM? Simak Penjelasan Ekonom
Muhajirin
Sabtu, 03 September 2022 - 14:56 WIB
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menilai keputusan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dilakukan pada waktu yang tidak tepat dan bisa memicu dampak negatif ke berbagai sektor.
“Kenaikan harga BBM subsidi dilakukan di waktu yang tidak tepat, terutama jenis Pertalite. Masyarakat jelas belum siap menghadapi kenaikan harga Pertalite menjadi Rp10.000 per liter,” kata Bhima kepada LANGIT7.ID melalui keterangan tertulis, Sabtu (3/9/2022).
Menurut Bhima, kenaikan harga BBM itu membuat Indonesia terancam stagflasi, yakni naiknya inflasi yang signifikan dan tidak dibarengi dengan kesempatan kerja.
Baca Juga: Sah! Pemerintah Resmi Naikkan Harga BBM, Ini Daftarnya
Kenaikan harga BBM bukan sekadar berdampak pada harga energi dan spesifik pada biaya transportasi kendaraan pribadi, tapi juga hampir semua sektor terdampak.
“Misalnya harga pengiriman bahan pangan akan naik, di saat yang bersamaan pelaku sektor pertanian mengeluh biaya input produksi yang mahal, terutama pupuk,” kata Bhima.
“Kenaikan harga BBM subsidi dilakukan di waktu yang tidak tepat, terutama jenis Pertalite. Masyarakat jelas belum siap menghadapi kenaikan harga Pertalite menjadi Rp10.000 per liter,” kata Bhima kepada LANGIT7.ID melalui keterangan tertulis, Sabtu (3/9/2022).
Menurut Bhima, kenaikan harga BBM itu membuat Indonesia terancam stagflasi, yakni naiknya inflasi yang signifikan dan tidak dibarengi dengan kesempatan kerja.
Baca Juga: Sah! Pemerintah Resmi Naikkan Harga BBM, Ini Daftarnya
Kenaikan harga BBM bukan sekadar berdampak pada harga energi dan spesifik pada biaya transportasi kendaraan pribadi, tapi juga hampir semua sektor terdampak.
“Misalnya harga pengiriman bahan pangan akan naik, di saat yang bersamaan pelaku sektor pertanian mengeluh biaya input produksi yang mahal, terutama pupuk,” kata Bhima.