home global news

Jangankan Memukul, Membuli Saja di Gontor Bisa Diusir

Selasa, 06 September 2022 - 05:00 WIB
Pondok Modern Darussalam Gontor. (foto: gontor.ac.id)
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timurmeminta maaf dan menyesalkan peristiwa yang menyebabkan kematian santri junior berinisial AM.

AlumniPondok Modern Darussalam Gontoryang kini aktif sebagai pegiat media sosialHariqo Wibawa Satria mengungkapkan, metode pendidikan Gontor dalam mendisiplinkan santri sangat ketat. Pesantren tidak memberi ruang terhadap berbagai tindak kejahatan dan penyimpangan perilaku.

“Santri Gontor itu, jangankan memukul, membuli juga diusir,” katanya kepada Langit7.id, Senin (5/9/2022).

Baca juga:Usut Kasus Santri AM, Polres Ponorogo Akui Gontor Kooperatif

Direktur Eksekutif Komunikonten angkatan 1993 ini mengatakan, pertama kali santri masuk masa pendidikan, pesantren membacakan berbagai larangan bagi santri, termasuk perundungan. Santri yang menghina fisik, SARA, bisa dikeluarkan dari Gontor, apalagi menganiaya hingga hilangnya nyawa.

“Di grup-grup percakapan Gontor yang saya ikuti, semua sangat berduka dan menyayangkan meninggalnya adik kita Almarhum AM yg diduga dianiaya santri senior. Seluruh Gontorian merasakan kesedihan dan beban keluarga Almarhum AM,” kata Hariqo.

Hariqo menambahkan, sebanyak 4.000 santri Gontor juga menggelar shalat jenazah di depan Almarhum AM. Shalat gaib juga dilaksanakan ribuan santri dan alumnus, mendoakan Almarhum AM dan keluarganya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pondok pesantren ponpes gontor alumni gontor
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya