Kemenkes Masih Menghadapi Persoalan SDM Kesehatan
Hasanah syakim
Rabu, 07 September 2022 - 19:26 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Kementerian Kesehatan masih menghadapi tiga masalah SDM Kesehatan yang perlu dibenahi.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono mengatakan tiga masalah tersebut yakni jumlah dokter yang masih kurang dari standar, distribusi dokter yang tidak merata, dan ketiga kualitas dan mutu dokter yang perlu ditingkatkan.
"Jumlah dokter di Indonesia masih mencapai 0,42 per 1000 penduduk, sedangkan standar WHO adalah minimal memiliki rasio 1 per 1000 penduduk. Hal ini masih jauh dari standar kebutuhan," ujar Dante dalam keterangan persnya Rabu (7/9/2022).
Baca juga:Pemerintah Targetkan Produksi Alkes Dalam Negeri Sebesar 60 Persen
Dante menjelaskan perlu dibukanya moratorium fakultas kedokteran di perguruan tinggi, serta menambah kuota pendidikan dokter umum agar dapat memproduksi lulusan dokter sehingga kebutuhan sebanyak 179.000 per tahun bisa cepat dicapai.
"Selain itu, distribusi SDM Kesehatan yang tidak merata dirasa perlu adanya sistem yang mengatur agar mereka bisa ditempatkan di daerah-daerah yang masih kekurangan SDM Kesehatan terutama dokter," ujarnya.
Dante mengatakan saat ini masih terdapat sekitar 670 puskesmas di Indonesia yang belum memiliki dokter karena dokter-dokter masih tersentralisasi di kota besar. Sehingga dia mengajak pengurus IDI periode baru ini untuk berkolaborasi mengatasi hal ini.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono mengatakan tiga masalah tersebut yakni jumlah dokter yang masih kurang dari standar, distribusi dokter yang tidak merata, dan ketiga kualitas dan mutu dokter yang perlu ditingkatkan.
"Jumlah dokter di Indonesia masih mencapai 0,42 per 1000 penduduk, sedangkan standar WHO adalah minimal memiliki rasio 1 per 1000 penduduk. Hal ini masih jauh dari standar kebutuhan," ujar Dante dalam keterangan persnya Rabu (7/9/2022).
Baca juga:Pemerintah Targetkan Produksi Alkes Dalam Negeri Sebesar 60 Persen
Dante menjelaskan perlu dibukanya moratorium fakultas kedokteran di perguruan tinggi, serta menambah kuota pendidikan dokter umum agar dapat memproduksi lulusan dokter sehingga kebutuhan sebanyak 179.000 per tahun bisa cepat dicapai.
"Selain itu, distribusi SDM Kesehatan yang tidak merata dirasa perlu adanya sistem yang mengatur agar mereka bisa ditempatkan di daerah-daerah yang masih kekurangan SDM Kesehatan terutama dokter," ujarnya.
Dante mengatakan saat ini masih terdapat sekitar 670 puskesmas di Indonesia yang belum memiliki dokter karena dokter-dokter masih tersentralisasi di kota besar. Sehingga dia mengajak pengurus IDI periode baru ini untuk berkolaborasi mengatasi hal ini.