SBY Ingatkan Pemerintah agar Hati-hati Memanfaatkan Peluang di G20
Muhajirin
Sabtu, 10 September 2022 - 18:05 WIB
Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (foto: Youtube/Adhyaksa Dault Channel)
Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menilai G20 saat ini tidak sama seperti 10 tahun lalu saat dia memimpin Indonesia. Dia mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati memanfaatkan peluang G20 Summit yang akan digelar di Bali pada November 2022 mendatang.
Menurut SBY, dunia baru bangkit setelah melewati krisis ekonomi global pada 2008. Belum sempat bernafas legah, pandemi Covid-19 mewabah ditambah perang Rusia-Ukraina yang berdampak besar pada perekonomian global.
Hal tersebut mengakibatkan guncangan dalam perekonomian global. Berbagai negara memberi sanksi kepada Rusia. Namun, Rusia memberi balasan. Itu mengakibatkan supply and demand global berubah.
“Maka terjadi tekanan inflasi misalnya, kemudian kelangkaan, baik makanan atau energi, persoalan transportasi. Jadi banyak hal yang terkena, dan itu berdampak kepada seluruh perekonomian dunia, tidak ada negara yang imun pada hakekatnya,” kata SBY di kanal adhyaksa dault channel, dikutip Sabtu (10/9/2022).
Baca Juga: Manfaatkan Momen G20, PBNU Ingin Agama Jadi Solusi Masalah Global
Menurut SBY, dunia baru bangkit setelah melewati krisis ekonomi global pada 2008. Belum sempat bernafas legah, pandemi Covid-19 mewabah ditambah perang Rusia-Ukraina yang berdampak besar pada perekonomian global.
Hal tersebut mengakibatkan guncangan dalam perekonomian global. Berbagai negara memberi sanksi kepada Rusia. Namun, Rusia memberi balasan. Itu mengakibatkan supply and demand global berubah.
“Maka terjadi tekanan inflasi misalnya, kemudian kelangkaan, baik makanan atau energi, persoalan transportasi. Jadi banyak hal yang terkena, dan itu berdampak kepada seluruh perekonomian dunia, tidak ada negara yang imun pada hakekatnya,” kata SBY di kanal adhyaksa dault channel, dikutip Sabtu (10/9/2022).
Baca Juga: Manfaatkan Momen G20, PBNU Ingin Agama Jadi Solusi Masalah Global