Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 19 Juni 2026
home global news detail berita

SBY Ingatkan Pemerintah agar Hati-hati Memanfaatkan Peluang di G20

Muhajirin Sabtu, 10 September 2022 - 18:05 WIB
SBY Ingatkan Pemerintah agar Hati-hati Memanfaatkan Peluang di G20
Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (foto: Youtube/Adhyaksa Dault Channel)
LANGIT7.ID, Jakarta - Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menilai G20 saat ini tidak sama seperti 10 tahun lalu saat dia memimpin Indonesia. Dia mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati memanfaatkan peluang G20 Summit yang akan digelar di Bali pada November 2022 mendatang.

Menurut SBY, dunia baru bangkit setelah melewati krisis ekonomi global pada 2008. Belum sempat bernafas legah, pandemi Covid-19 mewabah ditambah perang Rusia-Ukraina yang berdampak besar pada perekonomian global.

Hal tersebut mengakibatkan guncangan dalam perekonomian global. Berbagai negara memberi sanksi kepada Rusia. Namun, Rusia memberi balasan. Itu mengakibatkan supply and demand global berubah.

“Maka terjadi tekanan inflasi misalnya, kemudian kelangkaan, baik makanan atau energi, persoalan transportasi. Jadi banyak hal yang terkena, dan itu berdampak kepada seluruh perekonomian dunia, tidak ada negara yang imun pada hakekatnya,” kata SBY di kanal adhyaksa dault channel, dikutip Sabtu (10/9/2022).

Baca Juga: Manfaatkan Momen G20, PBNU Ingin Agama Jadi Solusi Masalah Global

Ragam masalah itu, kata SBY, tidak bagus dalam perkembangan perekonomian global. Ramalan ekonomi dari World Bank dan IMF yang cenderung lebih rendah juga merupakan kabar buruk. Itu membawa konsekuensi bagi setiap negara.

“Indonesia juga harus waspada karena disamping perekonomian Global seperti itu, tetapi juga kita kan punya masalah, misalnya ruang fiskal kita tidak terlalu lebar, utang kita cukup tinggi, sehingga harus super hati-hati mengelolanya agar tidak ada masalah di masa depan,” ucap SBY.

Terkait pertemuan G20 Summit di Bali, SBY menilai Indonesia memiliki tantangan yang berat. Ini karena G20 Summit digelar saat dunia sedang panas, baik politik maupun geopolitik. Semua sedang bergejolak.

“Perekonomiannya dan barangkali masing-masing negara mengutamakan kepentingannya sendiri, bukan kepentingan bersama,” kata SBY.

G20 juga sudah retak dan terbelah. Dia menyebut G20 saat ini tidak sama lagi saat dia memimpin Indonesia. Negara-negara yang tergabung dalam G20 masih hangat, akrab, dan duduk bersama memecahkan masalah.

“Sekarang tidak bisa begitu lagi,” tuturnya.

Maka itu, dia berharap pemerintah mengatasi persoalan dan situasi tersebut. Itu agar pemerintah bisa berpikir thinking out sidebox.

Baca Juga: Rahasia di Balik Lukisan Indah SBY, Bak Profesional meski Baru Mulai Melukis

“Mencari pendekatan yang pas, diplomasi yang pas, mitigasi dan persuasi yang pas. Dengan demikian, meskipun berat, Indonesia tidak menyia-nyiakan peluang yang baik ini untuk nama baik Indonesia dan manfaat bagi Indonesia,” ungkap SBY.

Memang berat, kata SBY, tapi masih ada peluang yang bisa dimainkan oleh pemerintah Indonesia. Maka itu, dia berharap peluang itu tidak disia-siakan.

SBY menyebut perekonomian memang rumit Kompleks, apalagi kalau dapat tekanan global. Namun hal terpenting, perekonomian harus terus tumbuh dan lapangan pekerjaan harus tersedia.

“Kalau ekonomi tumbuh, maka tidak perlu ada gulung tikar,” ujar SBY.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 19 Juni 2026
Imsak
04:30
Shubuh
04:40
Dhuhur
11:57
Ashar
15:18
Maghrib
17:50
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan