Jejak Harmoko, Mantan Jurnalis Jadi Menteri hingga Dirikan Pesantren
Muhajirin
Senin, 05 Juli 2021 - 17:19 WIB
Mantan Menteri Penerangan Era Soeharto Harmoko (Sumber: Antara)
Menteri Penerangan pada era Presiden Soeharto, Harun Muhammad Kohar, menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. Pria kelahiran 7 Februari 1939 itu meninggal dunia pada usia 82 tahun. Pada zaman Orde Baru (Orba), nama Harmoko sangat lekat diingatan masyarakat Indonesia. Sosok politikus Partai Golkar itu sering muncul di TVRI jika Soeharto hendak mengumumkan kebijakan.
Karir Harmoko di dunia politik sangat cemerlang. Selain berkarir sebagai jurnalis selama 23 tahun, dia menjabat sebagai menteri dari tahun 1983 hingga 1997 atau hampir 3 periode. Pria kelahiran Nganjuk, Jawa Timur itu juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Golkar pada periode 1993-1998. Harmoko juga sempat menjabat sebagai ketua DPR/MPR dari tahun 1997-1999.
Selain itu, sosok Harmoko juga dikenal sabagai orang religius. Ia berpandangan, agama mempunyai peranan sangat penting dalam menciptakan landasan moral etika, dan spiritual dalam proses pembangunan masyarakat Indonesia.
Mendirikan Pondok Pesantren ala Gontor
Mengutip buku biografi Harmoko, ia mendirikan Pondok Pesantren Modern Al-Barokah pada 1992. Ponpes tersebut notabene sama dengan konsep Pondok Modern Gontor Ponorogo. Alasan meniru Gontor cukup simple, ia mengagumi Kyai Zarkasyi dan Kyai Sahal. Kedua tokoh itu merupakan pimpinan sekaligus pengurus Pondok Modern Gontor Ponorogo.
Melalui pondok tersebut, Harmoko berharap masyarakat bisa mendalami agama Islam, karena pada saat itu masyarakat Patianrowo sangat kental dengan Hinduisme.
Karir Harmoko di dunia politik sangat cemerlang. Selain berkarir sebagai jurnalis selama 23 tahun, dia menjabat sebagai menteri dari tahun 1983 hingga 1997 atau hampir 3 periode. Pria kelahiran Nganjuk, Jawa Timur itu juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Golkar pada periode 1993-1998. Harmoko juga sempat menjabat sebagai ketua DPR/MPR dari tahun 1997-1999.
Selain itu, sosok Harmoko juga dikenal sabagai orang religius. Ia berpandangan, agama mempunyai peranan sangat penting dalam menciptakan landasan moral etika, dan spiritual dalam proses pembangunan masyarakat Indonesia.
Mendirikan Pondok Pesantren ala Gontor
Mengutip buku biografi Harmoko, ia mendirikan Pondok Pesantren Modern Al-Barokah pada 1992. Ponpes tersebut notabene sama dengan konsep Pondok Modern Gontor Ponorogo. Alasan meniru Gontor cukup simple, ia mengagumi Kyai Zarkasyi dan Kyai Sahal. Kedua tokoh itu merupakan pimpinan sekaligus pengurus Pondok Modern Gontor Ponorogo.
Melalui pondok tersebut, Harmoko berharap masyarakat bisa mendalami agama Islam, karena pada saat itu masyarakat Patianrowo sangat kental dengan Hinduisme.