Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home sosok muslim detail berita

Jejak Harmoko, Mantan Jurnalis Jadi Menteri hingga Dirikan Pesantren

Muhajirin Senin, 05 Juli 2021 - 17:19 WIB
Jejak Harmoko, Mantan Jurnalis Jadi Menteri hingga Dirikan Pesantren
Mantan Menteri Penerangan Era Soeharto Harmoko (Sumber: Antara)
LANGIT7.ID - Menteri Penerangan pada era Presiden Soeharto, Harun Muhammad Kohar, menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. Pria kelahiran 7 Februari 1939 itu meninggal dunia pada usia 82 tahun. Pada zaman Orde Baru (Orba), nama Harmoko sangat lekat diingatan masyarakat Indonesia. Sosok politikus Partai Golkar itu sering muncul di TVRI jika Soeharto hendak mengumumkan kebijakan.

Karir Harmoko di dunia politik sangat cemerlang. Selain berkarir sebagai jurnalis selama 23 tahun, dia menjabat sebagai menteri dari tahun 1983 hingga 1997 atau hampir 3 periode. Pria kelahiran Nganjuk, Jawa Timur itu juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Golkar pada periode 1993-1998. Harmoko juga sempat menjabat sebagai ketua DPR/MPR dari tahun 1997-1999.

Selain itu, sosok Harmoko juga dikenal sabagai orang religius. Ia berpandangan, agama mempunyai peranan sangat penting dalam menciptakan landasan moral etika, dan spiritual dalam proses pembangunan masyarakat Indonesia.

Mendirikan Pondok Pesantren ala Gontor

Mengutip buku biografi Harmoko, ia mendirikan Pondok Pesantren Modern Al-Barokah pada 1992. Ponpes tersebut notabene sama dengan konsep Pondok Modern Gontor Ponorogo. Alasan meniru Gontor cukup simple, ia mengagumi Kyai Zarkasyi dan Kyai Sahal. Kedua tokoh itu merupakan pimpinan sekaligus pengurus Pondok Modern Gontor Ponorogo.

Melalui pondok tersebut, Harmoko berharap masyarakat bisa mendalami agama Islam, karena pada saat itu masyarakat Patianrowo sangat kental dengan Hinduisme.

Harmoko kemudian mempercayakan kepada Drs. KH. Rosyidin Alo Said untuk mengelola pondok sampai saat ini. KH Rosyidin merupakan lulusan Pondok Modern Gontor Ponorogo.

Meski didirikan seorang politikus, Pondok Pesantren Modern Al-Barokah mempunyai motto "berdiri untuk dan di atas semua golongan.” Para santri Pondok Modern Al-Barokah diharapkan akan bisa menjadi pemimpin dan perekat umat.

Sejarah Singkat Ponpes Besutan Harmoko

Mengutip laman resmi Pondok Pesantren Modern Al-Barokah Nganjuk, Harmoko memiliki kebiasaan silaturahmi dengan berbagai pesantren. Selain obsesi mendirikan pesantren, pendirian Al-Barokah tak lepas dari harapan orang tua Harmoko, H. Asmoprawiro.

Al-Barokah kemudian didirikan di atas areal tanah 6 ha. Peletakan batu pertama dilakukan para pimpinan masyarakat, tokoh masyarakat, keluarga Harmoko yang tergabung dalam Yayasan Insan Barokah. Yayasan tersebut diketuai langsung oleh Harmoko.

Al-Barokah memulai pelaksanaan pendidikan dengan sistem KMI pada 3 Agustus 1993. Para santri datang dari berbagai daerah seperti Jepara, Riau, Jakarta, Kalimatan, Malang dan sekitarnya. Pada awal pendirian, santri Al-Barokah berjumlah 20 orang.

Kemudian, Pondok Modern Al-Barokah Nganjuk diresmikan pada 995 oleh Mentri Agama, H. Dr. Tarmidzi Taher, dan Menteri Penerangan, H. Harmoko. Para pejabat pusat dan daerah turut hadir dalam peresmian tersebut.

Pemerhati Dakwah Media

Dalam bukunya "Siapa Presiden 2014", Harmoko memberikan masukan untuk program televisi Damai Indonesia di TvOne. Ia menjelaskan tentang perkembangan dakwah islam melalui media, baik cetak maupun elektronik ternyata semakin cepat dan berkembang.

Dari sekian banyak tayangan dakwah di TV dan radio, tayangan "Damai Indonesiaku" di TVOne menjadi primadona. Tayangan itu menampilkan ustaz-ustaz terkenal. Topik yang disampaikan pun aktual, sesuai kebutuhan umat saat itu, baik masalah politik, ekonomi, sosial dan budaya yang dikaitkan dengan nilai-nilai agama.

Atas saran Harmoko, Damai Indonesiaku membahas berkaitan dengan realitas yang ada. Misalnya, para ustaz memberi penjelasan bagi mereka yang ingin menambah ilmu dengan cara-cara dakwah populer dan dapat dicerna secara langsung oleh masyakat awam.

Buku Karya Harmoko dan Penghargaan

Dalam dunia literasi, Harmoko melahirkan banyak buku. Baik buku seputar politik hingga wawasan keislaman. Beberapa buku karya Harmoko antara lain:

1. Maling Teriak Maling (2011).
2. Zaman Edan (2010).
3. Ada Bom Waktu (2008).
4. Peran Indonesia Dalam AIPO (1999).
5. Globalisasi, Era Informasi dan Kesiapan SDM Indonesia (1998).
6. Naik Haji Hanya Untuk Ibadah (1994)

Harmoko juga pernah mendaparkan penghargaan seperti:

1. Bintang Republik Indonesia Utama.
2. Bintang Mahaputra Adhi Pradana.
3. Darjah Yang Mulia Panglima Setia Mahkota (Malaysia) berhak menyandang gelar Tan Sri.

Meninggal Dunia

Harmoko dinyatakan meninggal dunia pada Ahad (4/7/2021). Kabar Harmoko meninggal dunia itu dikonfirmasi Ketua MPR, Bambang Soesatyo, dan Ketua Fraksi Partai Golkar MPR, Idris Laena.

Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Letnan Jenderal TNI Albertus Budi Sulistya, mengatakan, Harmoko meninggal dunia setelah beberapa menit akan mendapatkan perawatan medis kedaruratan pada Ahad malam. Saat tiba di instalasi gawat darurat (IGD) RSPAD, kondisinya sudah dalam keadaan penurunan kesadaran.

Pihak RSPAD kemudian mengambil tindakan medis terhadap Harmoko. Namun Tuhan berkehendak lain dan Harmoko meninggal dunia pada pukul 20.22 WIB. Ia hanya mendapat perawatan sangat singkat di ruang IGD.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
TOPIK TERPOPULER
Terpopuler 0 doa
4 snbt
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)