home global news

Banyak Orang Mengaku Wali, Rektor Inaifas: Jangan Langsung Percaya

Jum'at, 16 September 2022 - 21:20 WIB
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Rektor Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyah (Inaifas), Gus Rijal Mumazziq Z, meminta masyarakat muslim tak gampang percaya terhadap klaim kewalian seseorang. Identitas waliyullah adalah urusan Allah, bukan pada level dipercaya manusia.

Level pengakuan duniawi tidak akan mempengaruhi level ruhaniah seseorang di hadapan Allah Ta’ala. Memang, kerap ditemui tokoh agama ingin dianggap wali oleh pengikutnya.

“Biasanya memang (orang itu) menampilkan profiling pribadi yang ‘wow’ secara penampilan, ditambah gelar-gelar agamis, disertai cerita mistis dan ajaib, juga pada deretan keramat-keramat yang dimiliki,” kata Gus Rijal di laman Inaifas, Jumat (16/9/2022).

Uniknya, kata Gus Rijal, orang-orang seperti kerap menggunakan teknik sulap, alat sulap, manipulasi penglihatan, gerak cepat, dan mind-control. Dia mencontohkan kasus Kanjeng Dimas Taat Pribadi.

Kanjeng Dimas dipercaya punya karomah oleh pengikutnya karena bisa menggandakan uang. Tapi di kemudian hari terbukti, aksi ‘karomah’ itu menggunakan trik sulap, didukung peralatan pesulap.

"Perkakas begini banyak dijual di toko alat sulap, juga bisa dipesan di toko daring. Soal asumsi, itu bisa dipelajari menggunakan pendekatan psikologi,” ucap Gus Rijal.

Terkait atraksi ajaib, bisa dilihat dari dua perspektif. Jika yang melakukan adalah magician, maka disebut pesulap. Bila yang melakukan adalah sosok dengan gelar kiai, syekh, habib, hingga al-Imam, maka pertunjukan itu disebut ‘karomah’.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
waliyullah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya