Jamu Santri Kediri Ini Diklaim Berkhasiat Sembuhkan Covid-19
Ahmad zuhdi
Sabtu, 14 Agustus 2021 - 15:30 WIB
Ilustrasi jamu anticovid-19. Foto: Langit7.id/ iStock
Jamu ramuan santri Pondok Pesantren Assa'idiyyah, Kelurahan Jamsaren, Kota Kediri, Jawa Timur, ternyata diklaim memiliki khasiat untuk menyembuhkan Covid-19. Meski masih perlu diuji secara medis, fakta khasiatnya sudah dibuktikan warga Desa Joho, Kediri.
Santri yang tergabung dalam Gerakan Santri Langgar Kulon (GSLK) rutin menyiapkan dan membagikan jamu bernama Wedang Nglaban tersebut kepada para penderita Covid-19. Tujuannya untuk membantu pemulihan mereka dari virus ganas tersebut.
"Kurang lebih tiga bulan yang lalu kami datang ke salah satu daerah di Kabupaten Jombang karena di sana warga yang terpapar Covid-19 kok sedikit dan akhirnya kami diberi resep wedang ini," kata Mbah Mamik, sapaan Koordinator GSLK, Gus Zainal Hamami, Sabtu (14/8/2021).
GSLK Kediri bersama Relawan Tagana Kabupaten Jombang kemudian membuat ramuan jamu tersebut dengan melibatkan para santri Kiai Haji Moch Douglas Toha Yahya atau Gus Lik, pengasuh Pondok Assa'idiyyah di Kelurahan Jamsaren, Kota Kediri.
Jamu tersebut selanjutnya dibagikan kepada penderita Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di sekitar lingkungan pondok pesantren. Setiap penderita infeksi virus corona yang menjalani isolasi mandiri diberi Wedang Nglaban sebanyak 1,5 liter.
Mbah Mamik mengemukakan bahwa penderita Covid-19 yang mengonsumsi jamu tersebut mengaku mengalami perbaikan kondisi beberapa hari setelah minum jamu secara teratur.
"Mereka bilang kalau badannya jadi lebih enak digerakkan, makan juga lahap. Namun, kalau diminum bagi orang yang tidak terpapar atau sehat-sehat saja, ya layaknya minum jamu pada umumnya, ada rasa hangat. Itu uniknya," kata Mbah Mamik.
Santri yang tergabung dalam Gerakan Santri Langgar Kulon (GSLK) rutin menyiapkan dan membagikan jamu bernama Wedang Nglaban tersebut kepada para penderita Covid-19. Tujuannya untuk membantu pemulihan mereka dari virus ganas tersebut.
"Kurang lebih tiga bulan yang lalu kami datang ke salah satu daerah di Kabupaten Jombang karena di sana warga yang terpapar Covid-19 kok sedikit dan akhirnya kami diberi resep wedang ini," kata Mbah Mamik, sapaan Koordinator GSLK, Gus Zainal Hamami, Sabtu (14/8/2021).
GSLK Kediri bersama Relawan Tagana Kabupaten Jombang kemudian membuat ramuan jamu tersebut dengan melibatkan para santri Kiai Haji Moch Douglas Toha Yahya atau Gus Lik, pengasuh Pondok Assa'idiyyah di Kelurahan Jamsaren, Kota Kediri.
Jamu tersebut selanjutnya dibagikan kepada penderita Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di sekitar lingkungan pondok pesantren. Setiap penderita infeksi virus corona yang menjalani isolasi mandiri diberi Wedang Nglaban sebanyak 1,5 liter.
Mbah Mamik mengemukakan bahwa penderita Covid-19 yang mengonsumsi jamu tersebut mengaku mengalami perbaikan kondisi beberapa hari setelah minum jamu secara teratur.
"Mereka bilang kalau badannya jadi lebih enak digerakkan, makan juga lahap. Namun, kalau diminum bagi orang yang tidak terpapar atau sehat-sehat saja, ya layaknya minum jamu pada umumnya, ada rasa hangat. Itu uniknya," kata Mbah Mamik.