Syekh Yusuf Al-Qaradhawi, Sosok Ulama Tegas di Hadapan Penguasa
Fajar adhitya
Selasa, 27 September 2022 - 23:35 WIB
Syekh Yusuf Qaradhawi (Foto: Istimewa)
Syekh Yusuf Al-Qaradhawi meninggalkan banyak warisan intelektual bagi umat Islam. Cendekiawan asal Mesir itu mengartikulasikan pemikirannya dalam ratusan karya tulis lebih dari 170 buku yang banyak diterjemahkan ke berbagai bahasa.
Pakar Pendidikan Islam, Hakimuddin Salim, salah satu alumni Universitas Islam Madinah yang pernah bertemu langsung dengan Al-Qaradhawi menilai bahwa ulama berusia 96 tahun adalah sosok yang sangat tawadhu. Qaradhawi juga tegas dalam menyampaikan kebenaran kepada penguasa.
Baca Juga:Haedar Nashir: Al-Qaradhawi Berkontribusi Sebarkan Islam Washatiyah
"Dalam menyuarakan kebenaran beliau adalah orang yang bisa mengamalkan hadis Rasulullah yaitu menyuarkan kebenaran di hadapan para pemimpin yang zalim," kata Hakimuddin dalam Siaran Langsung Dari Doha: Shalat Jenazah Dan Takziyah Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi oleh Sahabat Al-Aqsha, Selasa (27/9/2022).
Saat pecah revolusi rakyat Mesir untuk menjatuhkan rezim Presiden Husni Mubarak pada awal 2011, Qaradhawi terbang dari Qatar ke Kairo. Dia bergabung dengan rakyat Mesir ikut berdemonstrasi, selain memberi orasi di depan para demonstran.
Qaradhawi juga memimpin salat Jumat di lapangan Tahrir. Alasannya, rakyat telah mencabut mandatnya kepada sang pemimpin Mesir itu. "Mubarak harus mundur dari kursi presiden," ungkapnya dalam khotbah Jumat, ketika itu.
Baca Juga:Pesan Terakhir Syekh Yusuf Qaradhawi Saat Sakit Sebelum Wafat
Pakar Pendidikan Islam, Hakimuddin Salim, salah satu alumni Universitas Islam Madinah yang pernah bertemu langsung dengan Al-Qaradhawi menilai bahwa ulama berusia 96 tahun adalah sosok yang sangat tawadhu. Qaradhawi juga tegas dalam menyampaikan kebenaran kepada penguasa.
Baca Juga:Haedar Nashir: Al-Qaradhawi Berkontribusi Sebarkan Islam Washatiyah
"Dalam menyuarakan kebenaran beliau adalah orang yang bisa mengamalkan hadis Rasulullah yaitu menyuarkan kebenaran di hadapan para pemimpin yang zalim," kata Hakimuddin dalam Siaran Langsung Dari Doha: Shalat Jenazah Dan Takziyah Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi oleh Sahabat Al-Aqsha, Selasa (27/9/2022).
Saat pecah revolusi rakyat Mesir untuk menjatuhkan rezim Presiden Husni Mubarak pada awal 2011, Qaradhawi terbang dari Qatar ke Kairo. Dia bergabung dengan rakyat Mesir ikut berdemonstrasi, selain memberi orasi di depan para demonstran.
Qaradhawi juga memimpin salat Jumat di lapangan Tahrir. Alasannya, rakyat telah mencabut mandatnya kepada sang pemimpin Mesir itu. "Mubarak harus mundur dari kursi presiden," ungkapnya dalam khotbah Jumat, ketika itu.
Baca Juga:Pesan Terakhir Syekh Yusuf Qaradhawi Saat Sakit Sebelum Wafat