Tema buku yang diterbitkan pun beragam mulai dari akidah, tafsir, hadis, akhlak, sejarah Islam, sirah Nabi, biografi sahabat dan para ulama, kisah-kisah Islami, pendidikan, ekonomi Islam, politik, kewanitaan dan keluarga, tips pengembangan diri, manajemen, maupun buku-buku pemikiran kontemporer.
Ulama kontemporer tersebut pernah berkunjung ke Muhammadiyah pada 2007. Saat itu, Din menjabat sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah, sedangkan Al-Qaradhawi menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Sedunia (IUMS).
Syekh Yusuf Qaradhawi menjelaskan, penghimpunan dana untuk program dakwah harus sesuai dengan ketentuan ekonomi dan etika Islam. Dana dihimpun dengan cara dan berasal dari sumber pendapatan yang halal.
Syekh Yusuf Qardhawi merupakan ulama kelahiran Mesir yang memiliki kedekatan dengan ulama di Indonesia. Beberapa kali beliau pernah berkunjung ke Indonesia.
Syekh Al-Qaradhawi sangat berupaya menyatukan perbedaan pandangan dalam karya-karyanya. Misalnya bagaimana ulama asal Mesir itu menengahi perdebatan tasawuf dan syariat.
Saat pecah revolusi rakyat Mesir untuk menjatuhkan rezim Presiden Husni Mubarak pada awal 2011, Qaradhawi terbang dari Qatar ke Kairo. Dia bergabung dengan rakyat Mesir ikut berdemonstrasi, selain memberi orasi di depan para demonstran.
Dalam kumpulan khutbah Jumat yang dipublikasikan itu, Tiar kemudian menerjemahkan beberapa seri. Artikel yang diminatinya saat itu adalah seri tentang perempuan dalam Islam.
Syekh Yusuf Qaradhawi meninggal dunia dalam usia 96 tahun pada Senin (26/9/2022) sore di Qatar. Di ujung usianya Syekh Yusuf Qaradhawi sempat menyampaikan pesan kepada umat Islam yang kemudian jadi pesan terakhirnya.
Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Dato Seri Anwar Ibrahim mengungkapkan rasa duka mendalam atas wafatnya Syekh Yusuf Al-Qaradhawi pada Senin (26/9/2022).
Akun Twitter resmi International Union of Muslim Scholars (IUMS) menginformasikan, salat jenazah Syekh Al-Qaradhawi akan digelar pada Selasa (27/9/2022) siang waktu Qatar. Almarhum akan dimakamkan di pemakaman Mesaimeer.
Cendekiawan yang menghafal Al-Qur'an pada usia 10 tahun ini mengajak umat Islam menjaga generasi muda dari ancaman ateisme. Ia bahkan menyebut ateisme sebagai epidemi.