LANGIT7.ID, Jakarta - Doktor Sejarah FIB Universitas Indonesia,
Tiar Anwar Bachtiar banyak berinteraksi dengan pemikiran Sykeh Yusuf Al-Qaradhawi sejak muda. Saat kuliah, dia menerjemahkan artikel Al-Qaradhawi dan menerbitkan sebagai sebuah buku.
Tiar mengaku persentuhannya dengan pemikiran
Syekh Yusuf Al-Qaradhawi sejak duduk di bangku sekolah tsanawiyah (SMP). Lalu saat kuliah menjadi semakin intens membaca artikel-artikel keagamaan yang ditulis cendekiawan asal Mesir itu lewat laman resminya.
Baca Juga: Haedar Nashir: Al-Qaradhawi Berkontribusi Sebarkan Islam Washatiyah"Zaman awal internet, saya download hampir semua bukunya yang ada di laman beliau. Sampai akhirnya karena sering baca, beberapa saya terjemahkan," ujar Tiar dalam Siaran Langsung Dari Doha: Shalat Jenazah Dan Takziyah Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi oleh Sahabat Al-Aqsha, Selasa (27/9/2022).
Pengamat Sejarah Politik Indonesia itu menilai, Syekh Al-Qaradhawi merupakan
ulama yang unik dalam berdakwah. Pada zamannya, jarang ulama yang mendokumentasikan ceramah atau khutbah dengan rapih lalu diunggah ke internet.
"Jadi belau itu ada kumpulan
khutbah Jumat di lamannya, ini luar biasa sebetulnya. Ulama yang hebat, khutbah Jumat saja temanya banyak kemudian dipublikasi dan itu ada tema yang berseri. Ini jarang ya ada ulama seperti ini, seperti bikin kajian serius," ucap Tiar.
Dalam kumpulan khutbah Jumat yang dipublikasikan itu, Tiar kemudian menerjemahkan beberapa seri. Artikel yang diminatinya saat itu adalah seri tentang perempuan dalam Islam.
Baca Juga: Pesan Terakhir Syekh Yusuf Qaradhawi Saat Sakit Sebelum WafatTiar lalu mengkompilasi dan menerjemahkan artikel berbahasa Arab tersebut ke dalam bahasa Indonesia. Kompilasi terjemahannya kemudian ia kirim ke sebuah penerbit untuk diterbitkan menjadi sebuah buku.
"Ada beberapa seri khutbah jumatnya beliau, kemudian saya kompilasi dan saya terjemahkan. Itu tahun 2003 persis setalah saya lulus diterbitkan oleh penerbit Hikmah di Bandung. Itu pengalaman saya pertama kali terjemahkan bukunya Syekh Yusuf Qaradhawi," lanjut Tiar.
Penerbit buku tersebut diberi judul 'Qardhawi Berbicara Soal Wanita' dengan nama pengarang Yusuf Qaradhawi. Selain diterbitkan menjadi buku, Tiar juga menerjemahkan artikel di laman Al-Qaradawi untuk majalah.
"Beberapa artikelnya saya terjemahkan dan saya kirimkan ke majalah. Majalah Al-Muslimun dan Ar Risalah, dua majalah Persis (Persatuan Islam) di Bandung dan Bangil," ungkap Tiar.
Baca Juga:
Duka Mendalam, Anwar Ibrahim Kenang Syekh Yusuf Al-Qaradhawi
Sebelum Wafat, Syekh Yusuf Qaradhawi Ingatkan Ancaman Ateisme
Pemikiran Syekh Yusuf Qaradhawi jadi Rujukan Umat Muslim Seluruh Dunia(asf)