LANGIT7.ID, Jakarta -
Syekh Yusuf Qardhawi merupakan ulama kelahiran Mesir yang memiliki kedekatan dengan ulama di Indonesia. Ulama pakar hukum Islam itu meninggal dunia pada Senin (26/9/2022) dalam usia memasuki awal 96 tahun.
Pendiri Pusat Dakwah Al-Qur'an Jakarta (Al-Fahmu Institute), Ustadz Fahmi Salim, mengunggah foto Al-Qaradhawi bersama Buya Hamka, Mohammad Natsir, dan KH Hasan Basri saat berkunjung ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 1979.
Baca Juga: Pesan Terakhir Syekh Yusuf Qaradhawi Saat Sakit Sebelum Wafat
Kedekatan Syekh Yusuf Qaradhawi dengan ulama Indonesia juga terlihat saat berkunjung ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta Pusat pada 11 Januari 2007. Kala itu, dia didampingi Menteri Agama RI Maftuh Basyuni disambut hangat oleh pengurus NU seperti KH Hasyim Muzadi, KH Ma'ruf Amin, KH Said Aqil Siradj, KH Maghfur Utsman, dan KH Nasaruddin Umar.
Dalam kunjungan itu, Syekh Qaradhawi mengaku sebagai anak NU karena memiliki tahun lahir yang sama dengan organisasi Islam tersebut. Syekh Qaradhawi lahir pada 9 September 1926, sementara NU didirikan pada 31 Januari 1926.
"Berarti saya ini anak NU," kata Syekh Qaradhawi kala itu, dikutip laman resmi NU. Dia mengaku pertama kali mengenal NU saat salah seorang ketua NU, KH Idham Kholid, berkunjung ke Universitas Al-Azhar Mesir.
Baca Juga: Sejarawan: Syekh Yusuf Al-Qaradhawi Satukan Islam Lewat Ratusan Karya
Tak hanya NU, Syekh Qaradhawi juga memiliki kedekatan dengan ulama Muhammadiyah. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengatakan, kunjungan Syekh Qaradhawi berlangsung tiga dekade lalu.
"Yusuf Qaradhawi ketika berkunjung ke PP Muhammadiyah di Jakarta tiga dekade lalu dengan tegas menyatakan hisab itu
qath'i (pasti) sedangkan rukyat itu
dhanny (meragukan, banyak kemungkinan) sangat mencerdaskan dan mencerahkan umat," kata Haedar di akun twitter-nya.
(jqf)