Pesan Jokowi ke Menkeu Sri Mulyani: Hati-hati Mengeluarkan APBN
Ummu hani
Jum'at, 30 September 2022 - 18:15 WIB
Pesan Jokowi ke Menkeu Sri Mulyani: Hati-hati Mengeluarkan APBN. Foto: Istimewa.
Kondisi dunia kini dalam ketidakpastian tinggi akibat berbagai masalah yang ada. Pandemi belum juga usai, ditambah masalah geopolitik Rusia-Ukraina yang masing berlangsung.
Masalah-masalah tersebut berdampak pada kondisi ekonomi dunia, tak terkecuali Indonesia. Ekspor-impor terganggu sehingga harga bahan pokok, seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kebutuhan pangan melonjak tinggi.
Terkait situasi tersebut, Presiden Jokowi mengingatkan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani untuk berhati-hati dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Saya selalu sampaikan ke Bu Menteri Keuangan. ‘Bu, kalau punya uang kita, di APBN kita, dieman-eman, dijaga, hati-hati mengeluarkannya. Harus produktif, harus memunculkan return yang jelas,’ karena kita tahu sekali lagi, hampir semua negara tumbuh melemah, terkontraksi ekonominya,” ujar Jokowi, dalam United Overseas Bank (UOB) Economic Outlook 2023, dikutip Langit7.id dari laman Kominfo, Jumat (30/9/2022).
Saat ini semua negara juga sedang menyelesaikan masalah inflasi yang menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa. Inflasi Indonesia masih cukup terkendali di angka 4,6 persen.
Baca Juga:KADIN: Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh tapi Harus Waspada 3 Sumber Krisis
Menurut Jokowi, terkendalinya inflasi antara lain disebabkan oleh keharmonisan hubungan antara otoritas pemegang fiskal (Menteri Keuangan) dengan bank sentral (Bank Indonesia) yang berjalan beriringan, rukun, dan sinkron.
Masalah-masalah tersebut berdampak pada kondisi ekonomi dunia, tak terkecuali Indonesia. Ekspor-impor terganggu sehingga harga bahan pokok, seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kebutuhan pangan melonjak tinggi.
Terkait situasi tersebut, Presiden Jokowi mengingatkan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani untuk berhati-hati dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Saya selalu sampaikan ke Bu Menteri Keuangan. ‘Bu, kalau punya uang kita, di APBN kita, dieman-eman, dijaga, hati-hati mengeluarkannya. Harus produktif, harus memunculkan return yang jelas,’ karena kita tahu sekali lagi, hampir semua negara tumbuh melemah, terkontraksi ekonominya,” ujar Jokowi, dalam United Overseas Bank (UOB) Economic Outlook 2023, dikutip Langit7.id dari laman Kominfo, Jumat (30/9/2022).
Saat ini semua negara juga sedang menyelesaikan masalah inflasi yang menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa. Inflasi Indonesia masih cukup terkendali di angka 4,6 persen.
Baca Juga:KADIN: Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh tapi Harus Waspada 3 Sumber Krisis
Menurut Jokowi, terkendalinya inflasi antara lain disebabkan oleh keharmonisan hubungan antara otoritas pemegang fiskal (Menteri Keuangan) dengan bank sentral (Bank Indonesia) yang berjalan beriringan, rukun, dan sinkron.