Tantangan Partai Islam di 2024: Tidak Punya Tokoh Nasional
Muhajirin
Jum'at, 30 September 2022 - 17:31 WIB
Silaturrahim Kebangsaan antara dua partai Islam, PKB dan PKS (Dok PKS)
Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI), Djayadi Hanan, mengutarakan, salah satu tantangan utama partai Islam saat ini adalah tidak adanya tokoh nasional dalam tubuh partai.
Tingkat popularitas ketua umum di partai-partai Islam seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di bawah 50%.
“Tidak ada satupun ketua umum Partai Islam yang memiliki tingkat popularitas di atas 50%, termasuk Gus Muhaimin. Ini data Juni-Juli 2022. Itu belum bisa disebut tokoh nasional kalau berbicara statistik,” kata Hanan dalam webinar yang digelar ICMI, Kamis (29/9/2022).
Baca Juga: LSI Ungkap Tantangan dan Peluang bagi Parpol Islam di Pemilu 2024
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, tingkat popularitasnya hanya 36,1%, Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, hanya 24,4%, eks Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa, hanya 11,2%, dan Ketua Umum PKS, Ahmad Syaikhu, hanya 8,1%.
Tingkat popularitas ketua umum di partai-partai Islam seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di bawah 50%.
“Tidak ada satupun ketua umum Partai Islam yang memiliki tingkat popularitas di atas 50%, termasuk Gus Muhaimin. Ini data Juni-Juli 2022. Itu belum bisa disebut tokoh nasional kalau berbicara statistik,” kata Hanan dalam webinar yang digelar ICMI, Kamis (29/9/2022).
Baca Juga: LSI Ungkap Tantangan dan Peluang bagi Parpol Islam di Pemilu 2024
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, tingkat popularitasnya hanya 36,1%, Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, hanya 24,4%, eks Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa, hanya 11,2%, dan Ketua Umum PKS, Ahmad Syaikhu, hanya 8,1%.