Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

LSI Ungkap Tantangan dan Peluang bagi Parpol Islam di Pemilu 2024

mahmuda attar hussein Jum'at, 30 September 2022 - 12:30 WIB
LSI Ungkap Tantangan dan Peluang bagi Parpol Islam di Pemilu 2024
Ilustrasi persiapan Pemilu 2024. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Lembaga Survey Indonesia (LSI) mengungkap sejumlah tantangan dan peluang yang akan dihadapi partai politik (parpol) berbasis Islam di Pemilu 2024 mendatang.

Tantangan dan peluang ini dibeberkan Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan dalam ICMI Talk: Peta Politik Umat Islam pada Pemilu 2024, Tantangan, Peluang, dan Harapan, Kamis (29/9/2022).

Apa saja tantangan dan peluang itu? Berikut penjelasannya.

Baca Juga: PPP Ungkap Peta Politik Umat Islam saat Pemilu 2024

Tantangan

1. Berdasarkan survey LSI pada Juni-Juli 2022, bahwa tidak ada satupun ketua partai berbasis Islam yang memiliki tingkat ke-dikenalan di atas 50 persen.

Pasalnya, secara statisitik seseorang bisa dikatakan tokoh nasional bila sudah mencapai tingkat ke-dikenalan di atas 50 persen. Bahkan Ketua PKB, Muhaimin Iskandar saja baru 36,1 persen.

2. Ketiadaan tokoh di partai yang bisa bepengaruh pada perolehan suara di daerah pemilihan. Bila melihat pengalaman Pemilu 2019, sebanyak 75 persen pemilih mencoblos kertas suara dengan memilih calonnya.

"Itulah pentingnya tokoh yang memayungi tingkatbnasional dan bicara di tingkat lokal," jelas Djayadi.

3. Ceruk pemilih partai Islam juga cenderung stagnan. Bahkan ada penurunan dari Pemilu tahun 1955 sebesar 55 persen, dibandingkan dengan era reformasi di tahun 2009 yang hanya sebesar 35 persen.

Selain itu, menilik 4 partai berbasis Islam di parlemen saat ini didapatkan data bahwa pada tahun 2014 sekitar 30 persen. Selanjutnya pada tahun 2019 hanya 32 persen.

"Dengan kata lain, ceruk pemilihan partai Islam ini tidak mengalami perkembangan, tapi hanya stagnan. Itu tantangan bagi partai Islam kalau ingin meningkatkan kekuatan dukungannya," katanya.

4. Belajar dari pengalaman pemilu 2019, partai berbasis Islam harus menghindari negative coattail effect atau efek ekor jas. Artinya, harus ada perhitungan cermat dari partai Islam untuk mengajukan calon yang minimal tidak berdampak negatif.

5. Tantangan berikutnya, pada pemilu 2024 didominasi milenial dan post milenial. Di mana pemilih yang berusia 40 tahun ke bawah ada sebanyak 60 persen.

"Internet juga menjadi tantangan bagi semua partai, karena 70 persen masyarakat sudah mengakses internet saat ini," katanya.

Peluang

1. Partai berbasis Islam di parlemen saat ini sudah dikenal masyarakat. Di antaranya seperti PAN sudah dikenal lebih dari 80 persen masyarakat Indonesia.

Kemudian PPP sudah dikenal 82 persen pemilih, PKB dikenal 84 persen pemilih Indonesia, dan PKS sudah dikenal 78 persen.

"Jadi partai Islam di parlemen sudah punya modal minimal bertahan di parlemen pada pemilihan 2024 nanti," ujarnya.

2. Kecenderungan sejak 2004 sampai sekarang, bahwa pemilih lebih cenderung stabil akan pilihannya. Seperti PKB yang pada 2022, sekitar 85 persen pemilihnya menyatakan akan memilih PKB kembali.

"75 persen untuk PKS, PAN sebesar 63 persen, dan PPP sebesar 76 persen. Jadi ini peluang bagi partai yang sudah berada di dalam parlemen," katanya.

3. Peluang lainnya adalah volatilitas elektoral di Indonesia cenderung menurun. Artinya jumlah pemilih yang cenderung swing dari pemilu ke pemilu turut menurun.

Sejak 1999 hingga 2004, volatilitas elektoral di Indonesia sebesar 25 persen. Dari 2004 ke 2009 sebesar 29 persen, dan dari 2009 ke 2014 turun menjadi 20 persen, serta pada pemilu 2019 kemarin yang turun menjadi sekitar 13 persen.

"Karena partai Islam ada di dalam (parlemen) maka dukungan untuk partai Islam juga akan lebih stabil," jelasnya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)