LANGIT7.ID, Jakarta - Waketum
Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani, mengungkapkan ada 2 sudut pandang internal partainya terkait peta politik umat Islam pada Pemilu 2024.
Dari diskusi internal yang berkembang di PPP, sudut pandang pertama mengungkapkan bahwasannya partai perlu turut aktif mendorong dan menginisiasi keperluan koalisi partai berbasis Islam.
"Hal itu dilakukan untuk mengusung pasangan calon (paslon) yang tingkat popularitas dan elektabilitasnya tinggi. Terutama dari sisi akseptabilitas dan bisa diterima kelompok umat Islam," katanya dalam ICMI Talk: Peta Politik Umat Islam pada Pemilu 2024, Tantangan, Peluang, dan Harapan, Kamis (29/9/2022).
Baca Juga: Jabat Plt Ketum PPP, Mardiono Ajak Kader Solid Hadapi Pemilu 2024Di sisi internal PPP lainnya, ada pula yang berpendapat bahwa partai tidak harus membentuk atau berada pada koalisi yang inklusif, yaitu yang mempertemukan partai basis umat Islam dan partai nasionalis.
"Memang inilah yang nantinya mau tidak mau kami akan putuskan dalam mukernas PPP yang akan datang. Kalau saya pribadi tidak mau gampang berubah hanya karena kepentingan praktis semata," ujar dia.
Wakil Ketua MPR ini menambahkan, pihaknya tidak ingin PPP terlalu fokus pada sosok yang diusulkan maupun koalisi partai. Namun, dia lebih ingin agar partainya mampu mengedepankan sebuah nilai.
Sedangkan untuk paslon presiden dan wakil presiden nantinya, dia mengaku belum bisa memastikan siapa yang akan diusulkan dan masih dalam tahap diskusi bersama partai koalisi.
"Dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) nantinya pada pada akhir Oktober atau awal November di Semarang, akan kita negosiasikan dengan setiap sosok yang berpotensi untuk diusung dalam paslon pada Pemilu 2024," ujar dia.
(bal)