Kerusuhan Kanjuruhan, Komnas HAM Turunkan Tim ke Malang
Mahmuda attar hussein
Ahad, 02 Oktober 2022 - 15:00 WIB
Kerusuhan Kanjuruhan, Komnas HAM Turunkan Tim ke Malang. (Foto: Istimewa).
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, mengaku akan menurunkan tim pemantauan di Malang. Hal ini merupakan respons atas kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.
Hal itu dilakukan sebagai respon atas kerusuhan yang terjadi usai pertandingan sepak bola Arema FC vs Persebaya di Malang, pada Sabtu (1/10/2022) malam.
"Menyikapi kerusuhan ini, Komnas HAM RI segera mengirimkan tim untuk melakukan pemantauan di Malang untuk melakukan investigasi dari aspek hak asasi manusia terhadap peristiwa ini," kata Taufan secara virtual, Ahad (2/10/2022).
Baca Juga: Tragedi Stadion Kanjuruhan, Puan: Semua Harus Diinvestigasi Menyeluruh
Sebelumnya tercatat 129 orang meninggal dunia serta ratusan korban lainnya mengalami luka-luka. Pihaknya mengaku prihatin dan menyampaikan duka cita mendalam atas kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang itu.
Komnas HAM juga meminta pemerintah daerah beserta jajaran terkait ikut penanganan kesehatan yang intensif serta layanan kemanusiaan bagi korban.
"Kami juga meminta Polri untuk mengusut peristiwa ini," tambahnya.
Hal itu dilakukan sebagai respon atas kerusuhan yang terjadi usai pertandingan sepak bola Arema FC vs Persebaya di Malang, pada Sabtu (1/10/2022) malam.
"Menyikapi kerusuhan ini, Komnas HAM RI segera mengirimkan tim untuk melakukan pemantauan di Malang untuk melakukan investigasi dari aspek hak asasi manusia terhadap peristiwa ini," kata Taufan secara virtual, Ahad (2/10/2022).
Baca Juga: Tragedi Stadion Kanjuruhan, Puan: Semua Harus Diinvestigasi Menyeluruh
Sebelumnya tercatat 129 orang meninggal dunia serta ratusan korban lainnya mengalami luka-luka. Pihaknya mengaku prihatin dan menyampaikan duka cita mendalam atas kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang itu.
Komnas HAM juga meminta pemerintah daerah beserta jajaran terkait ikut penanganan kesehatan yang intensif serta layanan kemanusiaan bagi korban.
"Kami juga meminta Polri untuk mengusut peristiwa ini," tambahnya.
(bal)