The Jakmania: Kerusuhan Kanjuruhan Bukan Rivalitas dan Fanatisme
Ummu hani
Ahad, 02 Oktober 2022 - 15:50 WIB
The Jakmania sebut kerusuhan Kanjuruhan bukan rivalitas dan fanatisme. (Foto: Istimewa)
The Jakmania menilai kerusuhan di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan ratusan suporter dari Aremania bukan lah karena rivalitas dan fanatisme klub.
Awal kerusuhan terjadi usai laga Big Match Arema FC vs Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022). Para suporter tak terima atas kekalahan tim Arema FC.
Mereka turun ke lapangan hingga terjadi kericuhan. Petugas keamanan melontarkan gas air mata, sehingga kekacauan semakin menjadi-jadi.
Ketua The Jak Mania, Dicky Soemarsono mengatakan, insiden tragis itu bukan terkait dengan rivalitas atau fanatisme, melainkan terkait kesiapan panitia.
Baca Juga: 127 Suporter Meninggal, Begini Awal Mula Kisruh di Kanjuruhan
"Kita tidak bicara rivalitas, kita tidak bicara fanatisme, tapi ini soal kesiapan parangkat pertandingan (panitia pelaksana) dan pengamanan (aparat pengamanan). Kami The Jak Mania memiliki metode terkait hal tersebut," ujar Dicky, dalam keterangan resmi kepada Langit7.id, Ahad (2/9/2022).
Menurut Dicky, pertandingan dalam sepak bola ada tiga jenis, yakni High Risk, Medium Risk, dan Low Risk. Pertandingan High Risk seperti Arema dan Persebaya harusnya pengamanan sudah menyesuaikan terkait risiko yang akan terjadi.
Awal kerusuhan terjadi usai laga Big Match Arema FC vs Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022). Para suporter tak terima atas kekalahan tim Arema FC.
Mereka turun ke lapangan hingga terjadi kericuhan. Petugas keamanan melontarkan gas air mata, sehingga kekacauan semakin menjadi-jadi.
Ketua The Jak Mania, Dicky Soemarsono mengatakan, insiden tragis itu bukan terkait dengan rivalitas atau fanatisme, melainkan terkait kesiapan panitia.
Baca Juga: 127 Suporter Meninggal, Begini Awal Mula Kisruh di Kanjuruhan
"Kita tidak bicara rivalitas, kita tidak bicara fanatisme, tapi ini soal kesiapan parangkat pertandingan (panitia pelaksana) dan pengamanan (aparat pengamanan). Kami The Jak Mania memiliki metode terkait hal tersebut," ujar Dicky, dalam keterangan resmi kepada Langit7.id, Ahad (2/9/2022).
Menurut Dicky, pertandingan dalam sepak bola ada tiga jenis, yakni High Risk, Medium Risk, dan Low Risk. Pertandingan High Risk seperti Arema dan Persebaya harusnya pengamanan sudah menyesuaikan terkait risiko yang akan terjadi.