LANGIT7.ID, Jakarta -
The Jakmania menilai kerusuhan di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan ratusan suporter dari Aremania bukan lah karena rivalitas dan fanatisme klub.
Awal kerusuhan terjadi usai laga Big Match
Arema FC vs Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022). Para suporter tak terima atas kekalahan tim Arema FC.
Mereka turun ke lapangan hingga terjadi kericuhan. Petugas keamanan melontarkan gas air mata, sehingga kekacauan semakin menjadi-jadi.
Ketua The Jak Mania, Dicky Soemarsono mengatakan, insiden tragis itu bukan terkait dengan rivalitas atau fanatisme, melainkan terkait kesiapan panitia.
Baca Juga: 127 Suporter Meninggal, Begini Awal Mula Kisruh di Kanjuruhan"Kita tidak bicara rivalitas, kita tidak bicara fanatisme, tapi ini soal kesiapan parangkat pertandingan (panitia pelaksana) dan pengamanan (aparat pengamanan). Kami The Jak Mania memiliki metode terkait hal tersebut," ujar Dicky, dalam keterangan resmi kepada Langit7.id, Ahad (2/9/2022).
Menurut Dicky, pertandingan dalam sepak bola ada tiga jenis, yakni High Risk, Medium Risk, dan Low Risk. Pertandingan High Risk seperti Arema dan Persebaya harusnya pengamanan sudah menyesuaikan terkait risiko yang akan terjadi.
"Yang patut dipertanyakan pola pengamanan pertandingan semalam (antar Arema dan Persebaya). Bagaimana prosedur pengamanan dari setiap risiko kejadian. Bagaimana melihat situasinya, setiap risiko pasti harus bisa diperhitungkan, ketika tidak pasti ada yang salah," tutur Dicky.
Dicky mengatakan, setiap kelompok suporter harusnya memiliki cara untuk mengantisipasi kejadian-kejadian tak diinginkan.
"Seperti kita (The Jak Mania) ada sistem pengamanan terhadap teman-teman suporter. Kita Jak Mania pernah mengalami kejadian sama dengan Aremania tapi tidak pernah korban jiwa," tutur Dicky.
Meski demikian, Dicky menegaskan, setiap kelompok punya caranya masing-masing karena adanya perbedaan kultur. "Intinya kita selalu kordinasi dengan berbagai pihak, kita tahu risiko dan selalu berusaha antisipasi. Artinya dari klub, koordinator pendukung hingga panitia pelaksana ada komunikasi," ucapnya.
(bal)