Kasus di Kanjuruhan Uruti Peringkat ke-2 setelah Tragedi di Peru
Mahmuda attar hussein
Senin, 03 Oktober 2022 - 07:00 WIB
Ilustrasi foto-foto korban kasus kerusuhan di Kanjuruhan. (Foto: Istimewa).
Kasus di Kanjuruhan uruti peringkat ke-2 daftar kelam pertandingan sepak bola paling mematikan di dunia. Posisi pertama ditempati tragedi di Peru tahun 1964.
Insiden di Estadio Nacional di Lima, Peru terjadi pada 24 Mei 1964 silam dan memakan korban sebanyak 328 orang. Data terakhir terkonfirmasi mencapai 125 orang.
Namun informasi yang beredar di media sosial ada sekitar 180-an korban tewas dalam tragedi Kanjuruhan usai Derby Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022).
Baca Juga: Kelompok Suporter Liga 1 Berharap Tragedi Kanjuruhan Tidak Terulang
Melansir akun Instagram @local.ina, ada 15 pertandingan sepakbola paling mematikan di dunia. Urutan pertama tragedi di Peru dan terakhir kasus di Heysel Stadium Belgia dengan jumlah korban 39 orang.
Akun @local.ina mencatat jumlah korban suporter Aremania yang tewas mencapai 182 orang, di bawah tragedi Estadio Nacional Lima Peru sebanyak 328 orang.
Sekjen The Macz Man Zona Massenrempulu (Maspul), Naro mengatakan, pertandingan antara Arema dan Persebaya bukan hanya sekadar musibah, melainkan tragedi kemanusiaan.
Insiden di Estadio Nacional di Lima, Peru terjadi pada 24 Mei 1964 silam dan memakan korban sebanyak 328 orang. Data terakhir terkonfirmasi mencapai 125 orang.
Namun informasi yang beredar di media sosial ada sekitar 180-an korban tewas dalam tragedi Kanjuruhan usai Derby Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022).
Baca Juga: Kelompok Suporter Liga 1 Berharap Tragedi Kanjuruhan Tidak Terulang
Melansir akun Instagram @local.ina, ada 15 pertandingan sepakbola paling mematikan di dunia. Urutan pertama tragedi di Peru dan terakhir kasus di Heysel Stadium Belgia dengan jumlah korban 39 orang.
Akun @local.ina mencatat jumlah korban suporter Aremania yang tewas mencapai 182 orang, di bawah tragedi Estadio Nacional Lima Peru sebanyak 328 orang.
Sekjen The Macz Man Zona Massenrempulu (Maspul), Naro mengatakan, pertandingan antara Arema dan Persebaya bukan hanya sekadar musibah, melainkan tragedi kemanusiaan.