Muhammadiyah Desak Liga 1 Musim Kompetisi 2022/2023 Dihentikan
Fajar adhitya
Selasa, 04 Oktober 2022 - 04:00 WIB
Pemain Arema FC, Abel Camara merayakan gol dalam laga Arema FC melawan Persebaya, Sabtu (1/10/2022) (foto: instagram/ aremafcofficial)
Muhammadiyah mendesak Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menghentikan Liga 1 musim kompetisi 2022/2023. Sebanyak 125 orang meninggal dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur usai derbi Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022).
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menjelaskan, Liga 1 2022/2023 patut dihentikan dengan alasan keamanan. Namun, jika terpaksa harus digelar maka harus ada peraturan baru perihal keberadaan penonton atau suporter.
“Permintaan kami agar Liga 1 dihentikan karena alasan keamanan dan mendekati tahun politik tersebut. Sangat riskan bila terjadi kerusuhan di saat-saat sekarang ini akibat insiden dari berkumpulnya banyak orang,” kata Mu’ti dilansir laman resmi Muhamamdiyah, Senin (3/10/2022).
Baca juga:Soal Tragedi Kanjuruhan, Ridwan Kamil Sindir Stasiun TV Kejar Rating
Tragedi ini menimbulkan banyak simpati dari elemen masyarakat. Termasuk Keluarga Besar Muhammadiyah Surabaya yang menjalankan salat gaib untuk seluruh korban.
Induk sepakbola Indonesia atau PSSI terancam sanksi dari FIFA. Tragedi yang menelan 100 jiwa lebih ini menurut Mu’ti harus menjadi evaluasi bagi PSSI dan semua pihak terkait yang melaksanakan Liga 1, serta manajemen sepakbola nasional.
“Tragedi Kanjuruhan ini harus menjadi evaluasi bagi PSSI dan semua pihak terkait dengan pelaksanaan Liga 1 dan manajemen sepak bola nasional,” imbuhnya.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menjelaskan, Liga 1 2022/2023 patut dihentikan dengan alasan keamanan. Namun, jika terpaksa harus digelar maka harus ada peraturan baru perihal keberadaan penonton atau suporter.
“Permintaan kami agar Liga 1 dihentikan karena alasan keamanan dan mendekati tahun politik tersebut. Sangat riskan bila terjadi kerusuhan di saat-saat sekarang ini akibat insiden dari berkumpulnya banyak orang,” kata Mu’ti dilansir laman resmi Muhamamdiyah, Senin (3/10/2022).
Baca juga:Soal Tragedi Kanjuruhan, Ridwan Kamil Sindir Stasiun TV Kejar Rating
Tragedi ini menimbulkan banyak simpati dari elemen masyarakat. Termasuk Keluarga Besar Muhammadiyah Surabaya yang menjalankan salat gaib untuk seluruh korban.
Induk sepakbola Indonesia atau PSSI terancam sanksi dari FIFA. Tragedi yang menelan 100 jiwa lebih ini menurut Mu’ti harus menjadi evaluasi bagi PSSI dan semua pihak terkait yang melaksanakan Liga 1, serta manajemen sepakbola nasional.
“Tragedi Kanjuruhan ini harus menjadi evaluasi bagi PSSI dan semua pihak terkait dengan pelaksanaan Liga 1 dan manajemen sepak bola nasional,” imbuhnya.
(sof)