Trauma Syariat Muncul dari Generasi Muda Lemah Iman
Fifiyanti Abdurahman
Selasa, 04 Oktober 2022 - 13:14 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Melihat kondisi generasi muda yang memiliki kelemahan iman, membuat pakar pendidikan Islam Ustaz Budi Ashari khawatir akan terjadi trauma syariat pada mereka.
"Saya hanya khawatir muslim terjeblos di lubang yang berikutnya. Artinya yang saya khawatirkan terjadi trauma syariat," ujar Ustaz, Budi dikutip dari YouTube Eraummat TV, Selasa (4/10/2022).
Baca juga: Tahayul hingga Kalimat Tauhid, Ini 11 Wasiat Taufik Ismail ke Generasi Muda
Dia lalu menjelaskan perihal trauma syariat. Menurutnya, trauma syariat ketika generasi muda melihat agama sebagai beban dan musibah dalam hidup mereka.
"Trauma syariat itu bahaya. Trauma itu kita tahu di antaranya adalah karena ada benturan peristiwa yang jadi musibah dalam hidup seseorang. Ketika agama dipotret oleh generasi ini sebagai beban dan musibah dalam hidupnya yang terjadi adalah trauma syariat di generasi ini," katanya.
Lebih lanjut, Ustaz Budi mengatakan belajar iman sebelum Al-Quran penting dilakukan agar anak tumbuh dengan memiliki ketaqwaan kuat terhadap Allah SWT. Sehingga di manapun mereka berada, keimanan tetap terjaga.
"Itu saya takut sekali. Itu bukan ketakutan saya karena dalam berbagai teks isi Alquran dan hadis Nabi sampai kalimat para ulama dan sejarah pendidikan Islam saat Islam masih besar, itu betul-betul di hati-hati oleh para ulama kita, tentang belajar iman sebelum Alquran. Hal ini karenanya bisa dibayangkan anak-anak kita pokoknya bisa mengaji, baca Quran, dan nanti waktunya salat, mereka salat terus puasa ramadan dan seterusnya," ucapnya.
"Saya hanya khawatir muslim terjeblos di lubang yang berikutnya. Artinya yang saya khawatirkan terjadi trauma syariat," ujar Ustaz, Budi dikutip dari YouTube Eraummat TV, Selasa (4/10/2022).
Baca juga: Tahayul hingga Kalimat Tauhid, Ini 11 Wasiat Taufik Ismail ke Generasi Muda
Dia lalu menjelaskan perihal trauma syariat. Menurutnya, trauma syariat ketika generasi muda melihat agama sebagai beban dan musibah dalam hidup mereka.
"Trauma syariat itu bahaya. Trauma itu kita tahu di antaranya adalah karena ada benturan peristiwa yang jadi musibah dalam hidup seseorang. Ketika agama dipotret oleh generasi ini sebagai beban dan musibah dalam hidupnya yang terjadi adalah trauma syariat di generasi ini," katanya.
Lebih lanjut, Ustaz Budi mengatakan belajar iman sebelum Al-Quran penting dilakukan agar anak tumbuh dengan memiliki ketaqwaan kuat terhadap Allah SWT. Sehingga di manapun mereka berada, keimanan tetap terjaga.
"Itu saya takut sekali. Itu bukan ketakutan saya karena dalam berbagai teks isi Alquran dan hadis Nabi sampai kalimat para ulama dan sejarah pendidikan Islam saat Islam masih besar, itu betul-betul di hati-hati oleh para ulama kita, tentang belajar iman sebelum Alquran. Hal ini karenanya bisa dibayangkan anak-anak kita pokoknya bisa mengaji, baca Quran, dan nanti waktunya salat, mereka salat terus puasa ramadan dan seterusnya," ucapnya.