LANGIT7.ID - , Jakarta - Melihat kondisi
generasi muda yang memiliki kelemahan iman, membuat pakar
pendidikan Islam Ustaz Budi Ashari khawatir akan terjadi trauma syariat pada mereka.
"Saya hanya khawatir muslim terjeblos di lubang yang berikutnya. Artinya yang saya khawatirkan terjadi
trauma syariat," ujar Ustaz, Budi dikutip dari YouTube Eraummat TV, Selasa (4/10/2022).
Baca juga: Tahayul hingga Kalimat Tauhid, Ini 11 Wasiat Taufik Ismail ke Generasi MudaDia lalu menjelaskan perihal trauma syariat. Menurutnya, trauma syariat ketika generasi muda melihat agama sebagai beban dan musibah dalam hidup mereka.
"Trauma syariat itu bahaya. Trauma itu kita tahu di antaranya adalah karena ada benturan peristiwa yang jadi musibah dalam hidup seseorang. Ketika agama dipotret oleh generasi ini sebagai beban dan musibah dalam hidupnya yang terjadi adalah trauma syariat di generasi ini," katanya.
Lebih lanjut, Ustaz Budi mengatakan belajar iman sebelum Al-Quran penting dilakukan agar anak tumbuh dengan memiliki ketaqwaan kuat terhadap Allah SWT. Sehingga di manapun mereka berada, keimanan tetap terjaga.
"Itu saya takut sekali. Itu bukan ketakutan saya karena dalam berbagai teks isi Alquran dan hadis Nabi sampai kalimat para ulama dan sejarah pendidikan Islam saat Islam masih besar, itu betul-betul di hati-hati oleh para ulama kita, tentang belajar iman sebelum Alquran. Hal ini karenanya bisa dibayangkan anak-anak kita pokoknya bisa mengaji, baca Quran, dan nanti waktunya salat, mereka salat terus puasa ramadan dan seterusnya," ucapnya.
Baca juga: Alissa Wahid: Generasi Muda Harus Siap Hadapi TantanganMenurut dia, anak yang bisa mengaji dan rajin melaksanakan salat merupakan hal baik, namun itu saja tidak cukup.
"Tahukah kita bahwa akhirnya seringkali melahirkan robot bukan Muttaqin. Apa bedanya robot sama orang bertaqwa? Orang bertaqwa salat, hafal Quran dan robot juga bisa melakukan itu. Karena robot punya memori. Bahkan robot kalau baca Quran tidak satupun salah, kita dari kecil 30 juz mungkin hafalannya selalu ada saja yang salah," kata Ustaz Budi.
Meski begitu, lanjut Ustaz Budi, robot tidak bisa masuk surga. Tapi orang yang bertakwa dan dimuliakan Allah SWT di dunia maupun di akhirat.
"Kita ini tidak sadar melahirkan robot. Salat, puasa, dan baca Al-Quran dijalankan anak-anak. Namun, baru ketahuan setelah anak-anak jauh dari sinyal utama, belajar di luar kota. Sebaiknya didik dahulu anak-anak di dalam rumah, daripada membiarkan anak sekolah di luar kota," pungkas Ustaz Budi.
Baca juga: Ustaz Hanan Attaki Ajak Generasi Muda Perdalam Ilmu Agama(est)