Kesaksian Penyintas Tragedi Kanjuruhan: Ada Polisi Tolak Tolong Korban
Fajar adhitya
Rabu, 05 Oktober 2022 - 19:13 WIB
Petugas Brimob menembakkan gas air mata ke arah penonton (foto: antara)
Seorang penyintas Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 133 orang menceritakan peristiwa yang terjadi saat kerusuhan pecah pada Sabtu (1/10/2022) malam. Dia menyaksikan sejumlah penonton pingsan akibat gas air mata yang ditembakkan kepolisian.
Dia mengaku duduk di bangku VIP selama laga Arema FC vs Persebaya. Pertandingan berjalan lancar dan aman hingga pluit panjang.
“Ini bukan kerusuhan tapi insiden, kelalaian kita semua terutama dari pihak Brimob yang saya tahu tidak bisa menahan diri,” katanya dalam konferensi pers YLBHI, Rabu (5/10/2022).
Baca juga:Presiden Jokowi Kunjungi Korban Tragedi Kanjuruhan
Menurutnya, tembakan pertama gas air mata dilesatkan ke area lapangan bagian utara. Menyusul kemudian gas mata ditembakkan ke sentel ban (lintasan tepi lapangan), tapi tidak melewati pagar pembatas.
Asap gas air mata membumbung membuat suasana stadion dilanda kepanikan, tapi para penonton di tribun tidak kunjung keluar. Lalu tembakan kedua di sentel ban tersebut menyasar ke area selatan karena sebagian penonton yang turun ke lapangan.
"Begitu ditembakkan langsung diarahkan ke tribun penonton sebelah selatan dua kali, tiga kali. Saya tidak tahu kabarnya bahwa gate 10, 11, 12, 13 14 ada yang tutup karena saya posisi di VIP,” lanjutnya.
Dia mengaku duduk di bangku VIP selama laga Arema FC vs Persebaya. Pertandingan berjalan lancar dan aman hingga pluit panjang.
“Ini bukan kerusuhan tapi insiden, kelalaian kita semua terutama dari pihak Brimob yang saya tahu tidak bisa menahan diri,” katanya dalam konferensi pers YLBHI, Rabu (5/10/2022).
Baca juga:Presiden Jokowi Kunjungi Korban Tragedi Kanjuruhan
Menurutnya, tembakan pertama gas air mata dilesatkan ke area lapangan bagian utara. Menyusul kemudian gas mata ditembakkan ke sentel ban (lintasan tepi lapangan), tapi tidak melewati pagar pembatas.
Asap gas air mata membumbung membuat suasana stadion dilanda kepanikan, tapi para penonton di tribun tidak kunjung keluar. Lalu tembakan kedua di sentel ban tersebut menyasar ke area selatan karena sebagian penonton yang turun ke lapangan.
"Begitu ditembakkan langsung diarahkan ke tribun penonton sebelah selatan dua kali, tiga kali. Saya tidak tahu kabarnya bahwa gate 10, 11, 12, 13 14 ada yang tutup karena saya posisi di VIP,” lanjutnya.