Jokowi Ingatkan Direksi BPJS Ketenagakerjaan Hati-hati Kelola Dana Rp607 Triliun
Garry Talentedo Kesawa
Jum'at, 07 Oktober 2022 - 22:35 WIB
Presiden Jokowi saat menerima Direksi BPJS Ketenagakerjaan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pesan kepada dewan direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan untuk hati-hati dalam mengelola dana peserta. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka.
"Bapak Presiden tadi titip dana yang besar ini dikelola dengan sangat baik dan hati-hati," kata Anggoro dalam keterangannya, Jumat (7/10/2022).
Baca Juga:Jokowi: Persiapan KTT G20 Bali 2022 Hampir Rampung
Anggoro mengungkapkan saat ini dana yang ada di BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp607 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar 89 persen diinvestasikan ke goverment related investment, dengan 65 persen di antaranya ada di Surat Berharga Negara (SBN). "Tentu saja untuk memastikan bahwa dana tersebut bisa aman dan saat dibutuhkan nantinya tetap ada dananya," ungkap Anggoro.
Dalam pertemuan tersebut, Dewan Direksi BPJS Ketenagakerjaan juga turut melaporkan sejumlah kinerja yang dicapai selama 19 bulan sejak dilantik Presiden Jokowi pada 22 Februari 2021 lalu. Salah satunya adalah peningkatan jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dari 28 juta peserta menjadi 35 juta peserta. "Kami menargetkan dalam 5 tahun tumbuh 2 kali lipat menjadi 70 juta," ujar Anggoro.
Selain itu, Anggoro juga menyampaikan saat ini BPJS Ketenagakerjaan telah melakukan digitalisasi layanan melalui Jamsostek Mobile. Hal tersebut dalam rangka memberikan kecepatan layanan dan meningkatkan kepuasan peserta, sesuai arahan dari Presiden Jokowi.
Baca Juga:Jokowi Perintahkan Menteri Basuki Audit Seluruh Stadion Sepak Bola
"Bapak Presiden tadi titip dana yang besar ini dikelola dengan sangat baik dan hati-hati," kata Anggoro dalam keterangannya, Jumat (7/10/2022).
Baca Juga:Jokowi: Persiapan KTT G20 Bali 2022 Hampir Rampung
Anggoro mengungkapkan saat ini dana yang ada di BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp607 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar 89 persen diinvestasikan ke goverment related investment, dengan 65 persen di antaranya ada di Surat Berharga Negara (SBN). "Tentu saja untuk memastikan bahwa dana tersebut bisa aman dan saat dibutuhkan nantinya tetap ada dananya," ungkap Anggoro.
Dalam pertemuan tersebut, Dewan Direksi BPJS Ketenagakerjaan juga turut melaporkan sejumlah kinerja yang dicapai selama 19 bulan sejak dilantik Presiden Jokowi pada 22 Februari 2021 lalu. Salah satunya adalah peningkatan jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dari 28 juta peserta menjadi 35 juta peserta. "Kami menargetkan dalam 5 tahun tumbuh 2 kali lipat menjadi 70 juta," ujar Anggoro.
Selain itu, Anggoro juga menyampaikan saat ini BPJS Ketenagakerjaan telah melakukan digitalisasi layanan melalui Jamsostek Mobile. Hal tersebut dalam rangka memberikan kecepatan layanan dan meningkatkan kepuasan peserta, sesuai arahan dari Presiden Jokowi.
Baca Juga:Jokowi Perintahkan Menteri Basuki Audit Seluruh Stadion Sepak Bola