Muhammadiyah Maknai HUT ke-76 RI: Kita Harus Bersatu Lagi
Muhajirin
Senin, 16 Agustus 2021 - 17:20 WIB
Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir. (Foto: Antara).
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, memaknai kemerdekaan merupakan rahmat Allah subhanahu wata ala dan perjuangan seluruh rakyat Indonesia. Proklamasi pun bukan hanya pernyataan bebas dari penjajahan bangsa lain, namun mewujudkan bangsa yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
Namun dia menilai HUT ke-76 Kemerdekaan RI kali ini diwarnai dengan berbagai macam masalah, salah satunya wabah Covid-19. Maka itu, langkah yang tepat mengisi kemerdekaan adalah bersatu, agar bangsa ini berdaya mengatasi dan memberi solusi dari setiap masalah.
Semangat persatuan harus menjadi tonggak pertama dalam menyelesaikan masalah-masalah bangsa dan menentukan perjalanan bangsa Indonesia ke depan. Patut disyukuri, secara umum seluruh rakyat Indonesia sudah bersatu dalam semangat Bhineka Tunggal Ika.
BACA JUGA: Rayakan HUT RI di Tengah Pandemi, Hangatkan Hubungan Keluarga Besar
Masyarakat harus mewaspadai benih perpecahan antarkomponen bangsa. Benih-benih itu sudah mulai bermunculan, terutama melalui kanal sosial media. Perbedaan orientasi politik dan benturan kepentingan merupakan dua alasan yang sangat potensial pemicu perpecahan.
“Maka 76 tahun merdeka harus kitajadikan sebagai suasana memberi makna terhadap semangat persatuan Indonesia. Kita harus belajar dari sejarah. Negara yang besar berubah menjadi terpecah-belah bahkan hilang namanya karena perpecahan,” kata Haedar, dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Senin (16/8/2021).
Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat kaya, terdiri dari banyak suku dan budaya, harus dirawat dengan baik agar tidak terhadi konflik dan perpecahan. Seluruh komponen bangsa harus mengeliminasi segala potensi yang dapat membuat perpecahan antarbangsa.
Namun dia menilai HUT ke-76 Kemerdekaan RI kali ini diwarnai dengan berbagai macam masalah, salah satunya wabah Covid-19. Maka itu, langkah yang tepat mengisi kemerdekaan adalah bersatu, agar bangsa ini berdaya mengatasi dan memberi solusi dari setiap masalah.
Semangat persatuan harus menjadi tonggak pertama dalam menyelesaikan masalah-masalah bangsa dan menentukan perjalanan bangsa Indonesia ke depan. Patut disyukuri, secara umum seluruh rakyat Indonesia sudah bersatu dalam semangat Bhineka Tunggal Ika.
BACA JUGA: Rayakan HUT RI di Tengah Pandemi, Hangatkan Hubungan Keluarga Besar
Masyarakat harus mewaspadai benih perpecahan antarkomponen bangsa. Benih-benih itu sudah mulai bermunculan, terutama melalui kanal sosial media. Perbedaan orientasi politik dan benturan kepentingan merupakan dua alasan yang sangat potensial pemicu perpecahan.
“Maka 76 tahun merdeka harus kitajadikan sebagai suasana memberi makna terhadap semangat persatuan Indonesia. Kita harus belajar dari sejarah. Negara yang besar berubah menjadi terpecah-belah bahkan hilang namanya karena perpecahan,” kata Haedar, dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Senin (16/8/2021).
Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat kaya, terdiri dari banyak suku dan budaya, harus dirawat dengan baik agar tidak terhadi konflik dan perpecahan. Seluruh komponen bangsa harus mengeliminasi segala potensi yang dapat membuat perpecahan antarbangsa.