Ekspor Perikanan Indonesia Meningkat di Masa Pandemi
Garry Talentedo Kesawa
Senin, 16 Agustus 2021 - 17:48 WIB
Pekerja mengumpulkan ikan hiu ke dalam mobil di tempat pelelangan ikan Karangsong, Indramayu, Jawa Barat. (foto: antara foto)
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengumumkan bahwa seluruh eksportir utama produk perikanan Indonesia mengalami peningkatan di tahun 2020. Indonesia naik 2 peringkat menjadi berada di posisi 8 sebagai eksportir utama produk perikanan dunia.
Berdasarkan data yang dirilis oleh ITC Trademap, nilai ekspor produk perikanan Indonesia tahun 2020 naik mencapai USD5,2 miliar atau tumbuh positif 5,7% dibandingkan tahun 2019 yang sempat turun 7%.
Sebagian besar negara eksportir utama produk perikanan dunia mengalami penurunan cukup siginifikan dibandingkan tahun sebelumnya, seperti Tiongkok turun 7,8%, Norwegia turun 7,5%, Vietnam turun 2,1%, India turun 15,1%, Thailand turun 2,2%, dan Ekuador turun 1,5%.
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti, mengatakan peningkatan peringkat eksportir Indonesia ini merupakan pencapaian yang luar biasa. Adapun keberhasilan ini berkat kolaborasi intensif antara eksportir, pemerintah dan seluruh stakeholders yang terlibat.
Baca juga:Nelayan dan KKP Selamatkan Hiu Paus di Perairan Cilacap
"Indonesia yang memiliki sumber daya perikanan melimpah telah bergerak untuk menyuplai produk perikanan bergizi yang sangat diperlukan masyarakat global di masa pandemi Covid-19. Kenaikan peringkat Indonesia sebagai eksportir utama dunia merupakan kerja keras antara eksportir, pemerintah dan seluruh stakeholders yang terlibat yang secara bersama-sama saling bahu membahu untuk bangkit dimasa pandemi ini," kata Artati di Jakarta, Ahad (15/8).
Dalam hal ini, Artati menjelaskan bahwa Amerika Serikat, Jepang dan Tiongkok masih menjadi tujuan utama ekspor produk perikanan dunia. Rata-rata nilai ekspor sejak tahun 2016-2020 masing-masing sebesar USD23,08 miliar, USD15,26 miliar dan USD13,80 miliar.
Berdasarkan data yang dirilis oleh ITC Trademap, nilai ekspor produk perikanan Indonesia tahun 2020 naik mencapai USD5,2 miliar atau tumbuh positif 5,7% dibandingkan tahun 2019 yang sempat turun 7%.
Sebagian besar negara eksportir utama produk perikanan dunia mengalami penurunan cukup siginifikan dibandingkan tahun sebelumnya, seperti Tiongkok turun 7,8%, Norwegia turun 7,5%, Vietnam turun 2,1%, India turun 15,1%, Thailand turun 2,2%, dan Ekuador turun 1,5%.
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti, mengatakan peningkatan peringkat eksportir Indonesia ini merupakan pencapaian yang luar biasa. Adapun keberhasilan ini berkat kolaborasi intensif antara eksportir, pemerintah dan seluruh stakeholders yang terlibat.
Baca juga:Nelayan dan KKP Selamatkan Hiu Paus di Perairan Cilacap
"Indonesia yang memiliki sumber daya perikanan melimpah telah bergerak untuk menyuplai produk perikanan bergizi yang sangat diperlukan masyarakat global di masa pandemi Covid-19. Kenaikan peringkat Indonesia sebagai eksportir utama dunia merupakan kerja keras antara eksportir, pemerintah dan seluruh stakeholders yang terlibat yang secara bersama-sama saling bahu membahu untuk bangkit dimasa pandemi ini," kata Artati di Jakarta, Ahad (15/8).
Dalam hal ini, Artati menjelaskan bahwa Amerika Serikat, Jepang dan Tiongkok masih menjadi tujuan utama ekspor produk perikanan dunia. Rata-rata nilai ekspor sejak tahun 2016-2020 masing-masing sebesar USD23,08 miliar, USD15,26 miliar dan USD13,80 miliar.