Usai Tragedi Kanjuruhan, Agum Gumelar Justru Apresiasi Iwan Bule
Arif purniawan
Selasa, 11 Oktober 2022 - 15:29 WIB
Mantan Ketua Umum PSS Periode 1999-2003 Agum Gumelar (foto: PSSI)
Mantan Ketua Umum PSSI periode 1999-2003 Agum Gumelar mengapresiasi langkah Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan yang berkeliling ke keluarga korban tragedi Kanjuruhan.
Menurut Agum, langkah Mochamad Iriawan langsung menuju ke Malang dan bertemu keluarga korban di rumah sakit maupun di kediaman sudah tepat sebagai bentuk tanggung jawab.
"Saya dengar selama 7 hari berada di malang dan berkeliling ke keluarga korban dan ke Kanjuruhan. Ini saya kira juga sebagai bentuk tanggung jawab. Saya apresiasi itu," ujar Agum Gumelar dikutip dari laman PSSI, Selasa (11/10/2022).
Baca juga:Setelah Fans Munchen, Giliran Dortmund Tuntut Keadilan Korban Tragedi Kanjuruhan
Agum juga meminta agar Iriawan atau yang biasa disapa Iwan Bule untuk tidak mundur akibat insiden Stadion Kanjuruhan.
Menurutnya, mundur bukan bentuk tanggung jawab. Justru bentuk tanggung jawab sebagai Ketua Umum PSSI seharusnya tidak mundur.
"Dia (Iriawan) harus menyelesaikan kasus ini sampai tuntas dan kemudian dijadikan pembelajaran untuk ke depannya agar kompetisi bisa lebih baik lagi," ujar Agum yang juga Dewan Pembina PSSI.
Menurut Agum, langkah Mochamad Iriawan langsung menuju ke Malang dan bertemu keluarga korban di rumah sakit maupun di kediaman sudah tepat sebagai bentuk tanggung jawab.
"Saya dengar selama 7 hari berada di malang dan berkeliling ke keluarga korban dan ke Kanjuruhan. Ini saya kira juga sebagai bentuk tanggung jawab. Saya apresiasi itu," ujar Agum Gumelar dikutip dari laman PSSI, Selasa (11/10/2022).
Baca juga:Setelah Fans Munchen, Giliran Dortmund Tuntut Keadilan Korban Tragedi Kanjuruhan
Agum juga meminta agar Iriawan atau yang biasa disapa Iwan Bule untuk tidak mundur akibat insiden Stadion Kanjuruhan.
Menurutnya, mundur bukan bentuk tanggung jawab. Justru bentuk tanggung jawab sebagai Ketua Umum PSSI seharusnya tidak mundur.
"Dia (Iriawan) harus menyelesaikan kasus ini sampai tuntas dan kemudian dijadikan pembelajaran untuk ke depannya agar kompetisi bisa lebih baik lagi," ujar Agum yang juga Dewan Pembina PSSI.