Kapolda Jatim Diduga Kena Kasus Narkoba, IPW: Makin Coreng Wajah Polri
Muhajirin
Jum'at, 14 Oktober 2022 - 14:26 WIB
Kapolda Jatim Irjen Teddy Minahasa (foto: Antara)
Kapolda Jawa Timur Irjen Teddy Minahasa diduga tersandung kasus penyalahgunaan narkoba. Teddy Minahasa dikabarkan ditangkap oleh Propam Polri.
Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, mengatakan, pihaknya mendukung kerja kepolisian memberantas narkoba dan tidak pandang bulu menyikat anggota Polri yang terlibat.
“Tidak terkecuali di level perwira tinggi, saat Propam Polri diduga menangkap Irjen Teddy Minahasa yang baru saja diangkat menjadi Kapolda Jatim,” kata Teguh melalui keterangan tertulis, Jumat (14/10/2022).
Teguh mengatakan, penangkapan tersebut sangat memprihatinkan dan mencoreng wajah institusi Polri. Terlebih saat ini sedang disorot publik dengan peristiwa Duren Tiga dan Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang.
Baca Juga: Kapolri Copot Irjen Nico Afinta dari Kapolda Jatim
"Dengan ditangkapnya pati Polri dalam penggunaan narkoba, maka Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo harus mendalami keterkaitan jaringan narkoba yang ada. Sebab, tidak mungkin seorang jenderal hanya sebagai pemakai tanpa mengetahui jaringan pemasok atau bandar narkoba tersebut,” ucap Teguh.
Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, mengatakan, pihaknya mendukung kerja kepolisian memberantas narkoba dan tidak pandang bulu menyikat anggota Polri yang terlibat.
“Tidak terkecuali di level perwira tinggi, saat Propam Polri diduga menangkap Irjen Teddy Minahasa yang baru saja diangkat menjadi Kapolda Jatim,” kata Teguh melalui keterangan tertulis, Jumat (14/10/2022).
Teguh mengatakan, penangkapan tersebut sangat memprihatinkan dan mencoreng wajah institusi Polri. Terlebih saat ini sedang disorot publik dengan peristiwa Duren Tiga dan Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang.
Baca Juga: Kapolri Copot Irjen Nico Afinta dari Kapolda Jatim
"Dengan ditangkapnya pati Polri dalam penggunaan narkoba, maka Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo harus mendalami keterkaitan jaringan narkoba yang ada. Sebab, tidak mungkin seorang jenderal hanya sebagai pemakai tanpa mengetahui jaringan pemasok atau bandar narkoba tersebut,” ucap Teguh.