Lapan Kubah, Masjid Ikonik Malaysia Terinspirasi Katedral di Moskow
Fifiyanti Abdurahman
Sabtu, 15 Oktober 2022 - 12:25 WIB
Masjid Lapan Kubah di Terengganu, Malaysia. Foto: Langit7/iStock.
Masjid Lapan Kubah di Kampung Lapan Kotak, Terengganu,Malaysia, memiliki aristektur unik sehingga dikenal juga dengan "Masjid Rusia" Malaysia.
Rumah ibadah yang memiliki eksterior warna-warni khas ini terinspirasi dari Katedral St Basil di Moskow, yang dipengaruhi gaya arsitektur Tatar Islam dari Masjid Qolşärif yang dibongkar di Kazan, ibu kota republik Muslim Tatarstan.
Baca juga: 7 Masjid Unik di Afrika, Ada yang Dibuat dari Lumpur hingga Dibangun Sahabat Nabi
Alasan inilah yang membuat masyarakat di Malaysia menjulukinya sebagai Masjid Rusia.
“Keunikan arsitektur masjid dengan kombinasi warna-warni kubah berbentuk bawang telah menarik pengunjung tanpa henti sejak tahun lalu ketika digunakan untuk salat Idul Fitri,” kata wakil ketua masjid dan muadzin desa selama 30 tahun terakhir, Ahmad Wan Yaacob, dikutip dari About Islam, Sabtu (15/10/2022).
Masjid ikonik ini diprakarsai oleh Datuk Seri Idris Jusoh, Anggota DPR Besut sekitar 9 tahun lalu. Dibangun dengan biaya RM4 juta atau setara Rp13,1 miliar dari sumbangan publik untuk menggantikan masjid asli berusia seabad yang runtuh.
Ketika akhirnya dibuka untuk jemaah pada tahun 2018 saat Idul Fitri, masjid unik ini menarik banyak umat Islam untuk salat di dalamnya, termasuk sesama jemaah dari negara bagian lain. Masjid ini berdaya tampung lebih dari 500 umat pada waktu yang sama.
Rumah ibadah yang memiliki eksterior warna-warni khas ini terinspirasi dari Katedral St Basil di Moskow, yang dipengaruhi gaya arsitektur Tatar Islam dari Masjid Qolşärif yang dibongkar di Kazan, ibu kota republik Muslim Tatarstan.
Baca juga: 7 Masjid Unik di Afrika, Ada yang Dibuat dari Lumpur hingga Dibangun Sahabat Nabi
Alasan inilah yang membuat masyarakat di Malaysia menjulukinya sebagai Masjid Rusia.
“Keunikan arsitektur masjid dengan kombinasi warna-warni kubah berbentuk bawang telah menarik pengunjung tanpa henti sejak tahun lalu ketika digunakan untuk salat Idul Fitri,” kata wakil ketua masjid dan muadzin desa selama 30 tahun terakhir, Ahmad Wan Yaacob, dikutip dari About Islam, Sabtu (15/10/2022).
Masjid ikonik ini diprakarsai oleh Datuk Seri Idris Jusoh, Anggota DPR Besut sekitar 9 tahun lalu. Dibangun dengan biaya RM4 juta atau setara Rp13,1 miliar dari sumbangan publik untuk menggantikan masjid asli berusia seabad yang runtuh.
Ketika akhirnya dibuka untuk jemaah pada tahun 2018 saat Idul Fitri, masjid unik ini menarik banyak umat Islam untuk salat di dalamnya, termasuk sesama jemaah dari negara bagian lain. Masjid ini berdaya tampung lebih dari 500 umat pada waktu yang sama.