Mengenal Lucid Dream, Ternyata Bisa Pengaruhi Kualitas Tidur
Fifiyanti Abdurahman
Senin, 17 Oktober 2022 - 11:30 WIB
Ilustrasi lucid dream. (Foto: Istimewa).
Lucid dream sudah tak asing lagi bagi sebagian orang. Namun sadar sedang bermimpi ini memiliki bahaya, salah satunya bisa mempengaruhi kualitas tidur.
Seseorang yang kerap mengalami lucid dream bisa mengalami derealisasi akibat kualitas tidur. Nanti muncul perasaan bahwa orang, benda, dan lingkungan sekitar tidak nyata.
Melansir healtline, interupsi tidur teknik induksi dapat meningkatkan gejala depresi. Kemudian, risiko kelumpuhan tidur.
Baca Juga: Kisah Aris Tareluhan, Masuk Islam karena Mimpi
Menurut data, diperkirakan 55 persen orang memiliki satu atau lebih mimpi lucid dream dalam hidup mereka, lalu mereka bisa mengontrol mimpi tersebut.
Lantas, bagaimana cara bangun ketika mengalaminya lucid dream?
Pertama, panggil bantuan. Berteriak dalam mimpi dapat memberi tahu otak Anda bahwa sudah waktunya untuk bangun. Atau, jika Anda berhasil berbicara dengan lantang, maka kemungkinan akan terbangun cukup besar.
Seseorang yang kerap mengalami lucid dream bisa mengalami derealisasi akibat kualitas tidur. Nanti muncul perasaan bahwa orang, benda, dan lingkungan sekitar tidak nyata.
Melansir healtline, interupsi tidur teknik induksi dapat meningkatkan gejala depresi. Kemudian, risiko kelumpuhan tidur.
Baca Juga: Kisah Aris Tareluhan, Masuk Islam karena Mimpi
Menurut data, diperkirakan 55 persen orang memiliki satu atau lebih mimpi lucid dream dalam hidup mereka, lalu mereka bisa mengontrol mimpi tersebut.
Lantas, bagaimana cara bangun ketika mengalaminya lucid dream?
Pertama, panggil bantuan. Berteriak dalam mimpi dapat memberi tahu otak Anda bahwa sudah waktunya untuk bangun. Atau, jika Anda berhasil berbicara dengan lantang, maka kemungkinan akan terbangun cukup besar.