LANGIT7.ID, Jakarta -
Lucid dream sudah tak asing lagi bagi sebagian orang. Namun sadar sedang bermimpi ini memiliki bahaya, salah satunya bisa mempengaruhi kualitas tidur.
Seseorang yang kerap mengalami lucid dream bisa mengalami derealisasi akibat kualitas tidur. Nanti muncul perasaan bahwa orang, benda, dan lingkungan sekitar tidak nyata.
Melansir healtline, interupsi tidur teknik induksi dapat meningkatkan gejala depresi. Kemudian, risiko kelumpuhan tidur.
Baca Juga: Kisah Aris Tareluhan, Masuk Islam karena MimpiMenurut data, diperkirakan 55 persen orang memiliki satu atau lebih mimpi lucid dream dalam hidup mereka, lalu mereka bisa mengontrol mimpi tersebut.
Lantas, bagaimana cara bangun ketika mengalaminya lucid dream? Pertama, panggil bantuan. Berteriak dalam mimpi dapat memberi tahu otak Anda bahwa sudah waktunya untuk bangun. Atau, jika Anda berhasil berbicara dengan lantang, maka kemungkinan akan terbangun cukup besar.
Kedua, berkedip. Berkedip berulang kali dapat membantu pikiran bersiap untuk bangun.
Ketiga, terlelap dalam mimpimu. Jika Anda sadar bahwa sedang bermimpi, maka pergilah tidur dalam mimpi tersebut, sehingga Anda bisa bangun di kehidupan nyata.
Keempat, membaca. Cobalah untuk membaca sebuah tanda atau buku dalam mimpimu. Ini bisa mengaktifkan bagian otak Anda yang tidak digunakan.
(bal)